Kamis, 4 Juni 2026

Noel Bersikukuh Tak Lakukan Pemerasan, KPK Sebut Terima Rp3 Miliar, Istana Serahkan Kasus ke Penegak Hukum

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 23 Agustus 2025 | 15:30 WIB
IImmanuel Ebenezer membantah tuduhan pemerasan. (Instagram/immanuelebenezer)
IImmanuel Ebenezer membantah tuduhan pemerasan. (Instagram/immanuelebenezer)

Dana tersebut disebut digunakan untuk berbagai kebutuhan pribadi, mulai dari pembayaran DP rumah, pembelian kendaraan, hingga hiburan.

Budi menjelaskan bahwa Noel mengetahui dan membiarkan praktik yang dilakukan oleh anak buahnya. Bahkan, ia disebut turut meminta hasil dari pemerasan itu.

“Dia tahu, membiarkan, bahkan meminta (hasil pemerasan),” ujar Budi.

KPK juga mengungkap modus yang dijalankan para tersangka. Para buruh diwajibkan membayar Rp6 juta untuk pengurusan sertifikat K3, padahal biaya resminya hanya Rp275 ribu.

Jika tidak membayar sesuai nominal yang diminta, proses sertifikasi dipersulit atau bahkan tidak diproses.

Sebelum digiring ke mobil tahanan, Noel sempat melontarkan harapan mengejutkan. Ia berharap Presiden Prabowo dapat memberinya amnesti di tengah proses hukum yang berjalan.

“Semoga saya mendapat amnesti dari Presiden Prabowo,” kata Noel.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik karena melibatkan pejabat setingkat wakil menteri dan menimbulkan kerugian yang sangat besar.

KPK memiliki waktu untuk melengkapi berkas perkara agar bisa segera dilimpahkan ke pengadilan.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X