Dana tersebut disebut digunakan untuk berbagai kebutuhan pribadi, mulai dari pembayaran DP rumah, pembelian kendaraan, hingga hiburan.
Budi menjelaskan bahwa Noel mengetahui dan membiarkan praktik yang dilakukan oleh anak buahnya. Bahkan, ia disebut turut meminta hasil dari pemerasan itu.
“Dia tahu, membiarkan, bahkan meminta (hasil pemerasan),” ujar Budi.
KPK juga mengungkap modus yang dijalankan para tersangka. Para buruh diwajibkan membayar Rp6 juta untuk pengurusan sertifikat K3, padahal biaya resminya hanya Rp275 ribu.
Jika tidak membayar sesuai nominal yang diminta, proses sertifikasi dipersulit atau bahkan tidak diproses.
Sebelum digiring ke mobil tahanan, Noel sempat melontarkan harapan mengejutkan. Ia berharap Presiden Prabowo dapat memberinya amnesti di tengah proses hukum yang berjalan.
“Semoga saya mendapat amnesti dari Presiden Prabowo,” kata Noel.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik karena melibatkan pejabat setingkat wakil menteri dan menimbulkan kerugian yang sangat besar.
KPK memiliki waktu untuk melengkapi berkas perkara agar bisa segera dilimpahkan ke pengadilan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Inilah Respon Joanna Alexandra Soal Isu Punya Hubungan Spesial dengan Immanuel Christover, Pilih Prioritaskan Anak?
Immanuel Manurung Sulap Trailer Animasi Merah Putih One For All Jadi Lebih Modern Hanya dengan AI, Netizen Ikut Beri Respon Begini...
Felicya Angelista dan Immanuel Caesar Hito Bikin Netizen Heboh Tampil bak Kaisar dan Permaisuri di Drama China
Immanuel Ebenezer Ditangkap Kasus Apa? 4 Fakta Penangkapan Wamenaker hingga KPK Sita Puluhan Mobil dan Motor Mewah
Kronologi Penangkapan Immanuel Ebenezer oleh KPK, Status Hukumnya akan Ditentukan dalam 24 Jam