Minggu, 19 Juli 2026

Lepas Ratusan Ular di Sawah, Bupati Indramayu Lucky Hakim Tuai Kritikan Warganet

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Selasa, 19 Agustus 2025 | 18:00 WIB
Momen Bupati Indramayu Lucky Hakim memegang ular yang akan dilepas ke sawah untuk atasi hama tikus. (Instagram/indramayukece)
Momen Bupati Indramayu Lucky Hakim memegang ular yang akan dilepas ke sawah untuk atasi hama tikus. (Instagram/indramayukece)

 

SketsaNusantara.id – Bupati Indramayu, Lucky Hakim, kembali mencuri perhatian publik usai melepas ratusan ular ke area persawahan pada Minggu, 17 Agustus 2025.

Aksi tersebut dilakukan sebagai upaya mengatasi hama tikus yang kerap merusak tanaman padi milik petani. Tidak hanya ular, ia juga melepas biawak dan burung hantu ke lahan persawahan.

Dalam unggahan video yang dibagikan akun Instagram @indramayukece, terlihat Lucky Hakim mengenakan pakaian dinas putih lengkap sambil memegang sejumlah ular sebelum dilepas ke areal sawah.

Baca Juga: Wakil Bupati Indramayu Syaefudin Diduga Terlibat Penganiayaan Remaja di Bawah Umur, Begini Kronologinya

Aksi ini dilakukan di hadapan petani dengan latar belakang hamparan hijau persawahan yang luas.

Dilansir SketsaNusantara.id dari caption @indramayukece, Lucky menyebut langkah itu sebagai solusi alami untuk menekan populasi tikus yang kerap merugikan hasil panen petani.

“Atasi hama tikus yang kerap ancam sawah petani, Bupati Indramayu @luckyhakimofficial kembali lepas ratusan ular ke sawah. Bukan hanya ular tapi juga biawak, dan burung hantu,” tulis keterangan tersebut.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Patung Rajawali di Indramayu, Karya Seni Realistis Hasil Gotong Royong Warga, Anggarannya Gak Sampe Miliaran!

Dari unggahan video tersebut, aksi sang bupati langsung menuai komentar berupa kritikan dan saran dari warganet.

“Untuk mengatasi hama tikus sebaiknya diperbanyak burung hantu tyto alba. Karena tyto alba bisa makan tikus 2-3 ekor per hari dan jarang memangsa hewan lain. Kalau ular kecil yang dilepas malah banyak menakutkan orang,” tulis @adamtafuqis memberikan saran alternatif.

Sebagian masyarakat menilai aksi tersebut lebih menonjolkan sisi sensasional dibandingkan solusi yang benar-benar efektif.

Baca Juga: Saingi Tugu Biawak Wonosobo, Kerennya Patung Rajawali yang Jadi Ikon Baru di Indramayu, Terlihat Realistis Habiskan Anggaran Cuma 180 Juta!

“Kebiasaan pemimpin negeri konoha, kalo bikin kebijakan gak studi literatur dulu. Yang penting sensasi,” tulis @m2388ep.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X