“Makanya kami lepaskan di sini, karena ini merupakan salah satu kawasan hutan lindung. Apalagi melihat pola burung perkutut yang banyak dijual di pasaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, dengan strategi konservasi alam ini merupakan langkah nyata dalam membangun ekosistem berkelanjutan dan juga bagian dari edukasi kepada masyarakat.
“Dengan ini kami berusaha menjaga alam, dan ini langkah sumbangsih kami merawat bangsa yang sudah menginjak umur 80 tahun,” tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Kecelakaan Maut Truk VS Tossa di Jalur Lintas Selatan Jember, 4 Orang Meninggal Dunia
Tangis Haru Guru PAUD di Pelosok Jember Bersyukur dengan Adanya Listrik dan Jalan Aspal di Bandealit
Destinasi Wisata Akhir Pekan Yang Indah, 3 Rekomendasi Wisata Perkebunan di Jember Jawa Timur, Sejuknya Bukan Main
Gus Fawait: Kami Hadirkan Penerbangan Jember-Jakarta dengan Tarif Ekonomis
Buka Penerbangan ke Jakarta di Bandara Notohadinegoro, Bupati Gus Fawait: Ini Momentum untuk Kenalkan Wisata Jember
Gus Fawait Ajak Warga Jember Hayati Jasa Para Pahlawan Indonesia dan Gelorakan Kemerdekaan untuk Palestina
Cetak Dua Sejarah Baru, Listrik Bandealit dan Penerbangan Jember–Jakarta
Wisata Sambil Belajar, Cek 3 Rekomendasi Objek Wisata Edukasi Terpopuler di Jember Jawa Timur, Yakin Mau Skip?
Apa itu Satyalancana Wira Karya? Mantan Bupati Jember, Hendy Siswanto Dianugerahi Tanda Kehormatan dari Presiden Prabowo, Tuai Decak Kagum Warganet
3 Fakta Museum Huruf di Jember, Peninggalan Sejarah ini Masih Jarang Diketahui Orang dan Satu-satunya di Indonesia!