Minggu, 19 Juli 2026

Jarang Diketahui! Ternyata Ini Makna Mendalam Lagu Indonesia Raya 3 Stanza

Photo Author
Fadila Rahmi, Sketsa Nusantara
- Senin, 18 Agustus 2025 | 13:30 WIB
Tak hanya sekedar lagu, inilah doa dan janji kemerdekaan yang tersimpan di balik lirik Indonesia Raya. (Instagram/@dimas_permana)
Tak hanya sekedar lagu, inilah doa dan janji kemerdekaan yang tersimpan di balik lirik Indonesia Raya. (Instagram/@dimas_permana)

Stanza Ketiga: Sumpah Setia dan Amanat Agraria

Di dalam stanza terakhir mengandung sebuah sumpah setia melalui lirik “Marilah Kita Berjanji, Indonesia Abadi.”

Kalimat ini menggambarkan komitmen seluruh rakyat untuk menjaga keutuhan Indonesia agar tetap berdiri kokoh sepanjang masa.

Selain itu, terdapat juga sebuah amanat agraria yang tercermin dalam lirik “Slamatlah Rakyatnya, Slamatlah Putranya, Pulaunya, Lautnya, Semuanya.”

Makna agraria di sini tidak terbatas pada tanah, tetapi juga mencakup laut hingga segala kekayaan alam Indonesia.

Menurut catatan Kemendikbud, makna tersebut bahkan merujuk hingga ke luar angkasa, sebagai simbol bahwa seluruh sumber daya bangsa harus dijaga untuk kesejahteraan rakyat.

Untuk memperkuat pesan ini, pada usia satu tahun kemerdekaan, pemerintah melaksanakan Revolusi Agraria sebagai wujud nyata pengamalan amanat dalam lagu kebangsaan.

Menghayati Lagu Indonesia Raya Sebagai Bentuk Kebanggaan

Mengenal Indonesia bukan hanya melalui sejarah perjuangan maupun budaya, tetapi juga dengan cara menghayati lagu kebangsaan.

Lagu Indonesia Raya tiga stanza bukan sekadar rangkaian nada dan kata, melainkan juga sebuah amanat luhur dari para pendiri bangsa.

Dikutip SketsaNusantara.id dari laman Kemendikbud yang sama, penghayatan terhadap lagu ini adalah bentuk nyata kecintaan kepada tanah air.

Dengan memahami maknanya, generasi bangsa diharapkan tidak hanya hafal liriknya, tetapi juga mampu menghidupi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya: persatuan, doa, dan komitmen menjaga Indonesia.

Lagu Indonesia Raya dengan tiga stanza menyimpan makna mendalam yang merefleksikan perjalanan dan cita-cita bangsa.

Bukan hanya sebagai simbol identitas nasional, melainkan juga sebagai pedoman moral dan cita-cita kolektif untuk menjaga persatuan, kesejahteraan, serta kedaulatan negeri.

Stanza pertama mengajarkan pentingnya membangun jiwa, stanza kedua menekankan doa dan kebajikan, sementara stanza ketiga menegaskan sumpah setia sekaligus amanat agraria.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: kemendikbud.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X