Minggu, 19 Juli 2026

Gempa Poso 17 Agustus 2025, Gereja Jemaat Elim Rusak, Puluhan Luka-Luka, Warga Panik dan Pemerintah Imbau Waspada Susulan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 17 Agustus 2025 | 19:55 WIB
Ilustrasi gempa di Poso. (Pixabay/Tumisu)
Ilustrasi gempa di Poso. (Pixabay/Tumisu)

SketsaNusantara.id - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Minggu 17 Agustus 2025.

Guncangan kuat ini tidak hanya memicu kepanikan warga, tetapi juga mengakibatkan kerusakan pada salah satu fasilitas ibadah di Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir.

Gereja Jemaat Elim dilaporkan terdampak, menambah duka masyarakat yang sedang menghadapi situasi darurat.

Baca Juga: Gempa Rusia Berakibat ke Indonesia? BMKG Peringatkan Sejumlah Wilayah Waspada Tsunami, Cek Daerah Kamu

Selain merusak gereja, gempa ini juga menyebabkan 29 orang mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, 13 orang harus mendapatkan penanganan serius di RSUD Poso.

Dua di antaranya berada dalam kondisi kritis. Sementara itu, enam orang lainnya dirawat di Puskesmas Tokorondo.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Poso melaporkan bahwa getaran gempa terasa cukup lama dan membuat warga panik.

Baca Juga: Gempa Rusia Berakibat ke Indonesia? BMKG Peringatkan Sejumlah Wilayah Waspada Tsunami, Cek Daerah Kamu

“Gempa dirasakan sangat kuat selama kurang lebih 15 detik. Warga berhamburan keluar rumah, dan beberapa di antaranya mengalami luka saat berusaha menyelamatkan diri,” ungkap pihak BPBD dalam laporan resminya.

Kerusakan pada Gereja Jemaat Elim menjadi sorotan karena bangunan tersebut merupakan pusat kegiatan ibadah warga Desa Masani.

Situasi ini menambah beban psikologis masyarakat setempat yang tengah berusaha bertahan di tengah ketidakpastian pascagempa.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menegaskan bahwa pihaknya segera mengambil langkah cepat untuk membantu korban.

“Analisa betul kondisi di sana. Kita segera masuk ke sana,” tegasnya dalam pernyataan resmi.

Hingga saat ini, kebutuhan mendesak warga terdampak mencakup tenda darurat serta pasokan obat-obatan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X