“Melalui dukungan ini, kami berharap dapat turut serta dalam upaya memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya kepada generasi muda, khususnya melalui pesan moral yang terkandung dalam lakon 'Samber Nyawa,’” tambah Denny.
Keterlibatan para profesional dalam Ketoprak Financial juga menunjukkan adanya semangat kolaboratif dalam pelestarian budaya.
Pagelaran ini menghapus sekat antara dunia seni dan dunia profesional, dan membuktikan bahwa keduanya dapat bersatu dalam satu panggung untuk tujuan yang lebih besar.
“Di tengah kesibukan sebagai profesional di industri keuangan, kami tetap memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga warisan budaya nenek moyang,” ungkap Denny dalam pernyataan lanjutan.
Inisiatif seperti ini sekaligus menandai pergeseran paradigma bahwa pelestarian budaya bukan hanya tugas seniman, budayawan, atau pemerintah.
Seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan profesional, memiliki peran yang tidak bisa diabaikan.
Dengan dukungan dari IFG, Ketoprak Financial tidak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga ruang pembelajaran nilai, sejarah, dan kearifan lokal.
Pertunjukan “Sumber Nyawa” membawa harapan agar seni tradisional tidak sekadar dikenang, tetapi terus hidup dan berdampak.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Dukung Swasembada Pangan dan Ketahanan Nasional, IFG Perluas Perlindungan Risiko Pertanian
IFG dan Jasindo Lindungi Ribuan Hektare Sawah, Kunci Baru Pemerintah Wujudkan Kemandirian Pangan
IFG Ramaikan Job Fair Kemnaker 2025: Ribuan Peluang Kerja dan Komitmen Bangun Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas 2045
Liburan Tenang Bersama IFG: Proteksi Perjalanan, Kesehatan, dan Transportasi Hadir di Ujung Jari
IFG Salurkan 138 Hewan Kurban Idul Adha 1446 H: Solidaritas Sosial dan Spiritualitas Masyarakat Melalui Program TJSL