Saat itu, Prabowo menyebut sistem politik Indonesia cenderung boros anggaran bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Salah satu solusinya, menurut Prabowo, adalah mempertimbangkan kembali sistem pemilihan kepala daerah.
Presiden Prabowo menilai, sistem pemilihan oleh DPRD dapat menekan biaya politik yang saat ini dinilai terlalu tinggi. Ia menyebut penghematan bisa dicapai jika daerah tidak harus terus-menerus menggelar pemilu langsung.
Pernyataan Prabowo kemudian diperkuat oleh Muhaimin Iskandar yang kini menjabat sebagai salah satu menteri koordinator di Kabinet Merah Putih. Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin, secara terbuka mengusulkan agar kepala daerah dipilih oleh DPRD atau bahkan ditunjuk langsung oleh pemerintah pusat.
Usulan ini lantas memicu perdebatan di ruang publik. Sejumlah kalangan menganggap langkah tersebut berpotensi mengurangi partisipasi publik dalam demokrasi lokal.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Dapat Surprise! Pandji Pragiwaksono Lakukan Ini Saat Dipertemukan Kembali dengan Marshel Widianto Pasca Polemik Pilkada 2024, Sampe Bikin Nangis
Gelar Malam Apresiasi Pilkada Damai 2024, KPU Kabupaten Kediri Usung Tema ‘Terima Kasih Pemilih’
Pembubaran Badan Adhoc Pilkada 2024, KPU Nganjuk Sampaikan Apresiasi Kinerja
Mulai Ramzi hingga Alam 'Mbah Dukun', Ini Daftar Artis yang Resmi Dilantik Presiden Prabowo Subianto Plus Deretan Selebriti yang Gagal Pilkada 2024
Perjalanan Karir Politik Ridwan Kamil Sebelum Rumahnya Digeledah KPK, Wali Kota Bandung yang Gagal di Pilkada Jakarta