SketsaNusantara.id - Gempa bumi berkekuatan 8,8 Skala Richter (SR) yang mengguncang Rusia pada hari Rabu, 30 Juli 2025, masih menjadi sorotan publik.
Gempa tektonik yang berpusat di pesisir timur Kamchatka ini merupakan gempa bumi terbesar dalam 1 abad terakhir yang memicu peringatan tsunami hingga ke berbagai negara di sepanjang Samudra Pasifik.
Namun, terdapat pemandangan unik di balik bencana ini. Sehari sebelum gempa mengguncang Rusia, beberapa ekor paus beluga dilaporkan terdampar di pesisir Kamchatka.
Momen ini terekam kamera dan jadi viral di media sosial. Dalam video yang diunggah akun X @amazingnature, tampak 5 paus beluga putih terdampar di pesisir pantai Kamchatka ketika air laut surut.
Terlihat para nelayan berusaha menjaga sekawanan paus ini agar tetap aman. Mereka membantu tubuh paus beluga agar tetap basah dengan menyiramkan air laut selama berada di daratan.
Fenomena ini seketika menyita perhatian publik. Netizen ramai menyebut momen tersebut sebagai pertanda akan terjadi bencana, mengingat paus tersebut bergerak ke daratan sebelum gempa mengguncang Kamchatka.
"Hewan-hewan memperingatkan kita dan kita tidak mendengarkan. Kemarin, 5 paus beluga terdampar di Kamchatka, Rusia, di sekitar episentrum gempa berkekuatan 8,8 skala Richter yang terjadi hari ini. Alam selalu tahu lebih dulu dan inilah peringatannya," komentar akun @hustlebeach_.
Banyaknya paus yang terdampar di pesisir pantai memunculkan spekulasi publik bahwa paus merasakan naluri ilmiah akan datangnya bahaya dan memilih menyelamatkan diri lebih dulu ke daratan.
Lantas, benarkah kejadian ini bukan kebetulan dan sebagai pertanda paus menghindari bencana alam?
Terdamparnya paus dan hewan laut bukanlah fenomena asing dan kerap ditemui dalam beberapa tahun terakhir.
Dilansir SketsaNusantara.id dari situs Fish and Wildlife Foundation of Florida, tercatat setidaknya ada 2 ribu kasus paus dan hewan laut seperti lumba-luma yang ditemukan terdampar ke pantai setiap tahunnya di seluruh dunia.
Terdamparnya paus ke daratan tidak spesifik mengacu pada naluri alamiah hewan laut untuk menghindari bahaya akibat bencana alam, sebab hal ini bisa terjadi dari beberapa kemungkinan.
Artikel Terkait
Trending X! Suara Gemuruh Terdengar Keras Saat Bogor Diguncang Gempa 4,1 SR yang Memicu Kerusakan Rumah Warga, Begini Penjelasan BMKG
Bukan Megathrust, BMKG Beberkan Hasil Analisis Terkait Gempa 6,3 SR yang Mengguncang Bengkulu, Ternyata Ini Alasannya Tak Ada Gempa Susulan
Gempa Sebanyak 1000 kali Guncang Jepang, Warga Hubungkan dengan Ramalan Penulis Ryo Tatsuki
Penjelasan BMKG Terkait Mekanisme Gempa 5,2 SR di Aceh Selatan, Ada Kaitannya dengan Gempa 5,3 SR yang Mengguncang Pulau Nias Sumatera Utara?
Heboh Fenomena Awan Merah Bercabang Terlihat Seperti Langit Terbelah di Yogyakarta, Benarkah Pertanda Akan Terjadi Gempa Bumi? Begini Penjelasan BMKG
Alaska Diguncang Gempa 7,3 SR hingga Memicu Peringatan Tsunami, Benarkah Bisa Ikut Berdampak Sampai ke Indonesia? Begini Penjelasan BMKG