Minggu, 19 Juli 2026

Kisah Haru Warga Jember Kesulitan Antar Orang Tua Sakit, Beberapa Kali Order Ojol Ditolak Imbas Kelangkaan BBM, Endingnya Bikin Nyesek

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 30 Juli 2025 | 08:30 WIB
Ilustrasi - Warga Jember bagikan pengalamannya kesulitan antar orang tua sakit karena beberapa kali orderan ojol ditolak imbas kelangkaan BBM (Pexels/Aysenaz Bilgin)
Ilustrasi - Warga Jember bagikan pengalamannya kesulitan antar orang tua sakit karena beberapa kali orderan ojol ditolak imbas kelangkaan BBM (Pexels/Aysenaz Bilgin)

Dampaknya langsung terasa dengan adanya antrean mengular panjang hingga beberapa kilometer dari SPBU karena stok BBM menipis, transportasi umum terganggu, dan ekonomi lokal pun terguncang.

Baca Juga: Ikut Antri BBM di SPBU Bangsalsari Jember, Seorang Bocah Perempuan Histeris Cari Orang Tuanya, Netizen: Salfok Endingnya

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengakui bahwa krisis ini mulai meluas ke Lumajang dan Situbondo, karena warga Jember mencari BBM hingga ke luar kota.

Pertamina Patra Niaga Jatim-Bali merespons situasi darurat ini dengan mengerahkan 79 hingga 86 truk tangki tambahan dari Surabaya, dan Malang guna menambah pasokan di 41 SPBU di Jember dan 8 SPBU di Bondowoso.

Armada ini mulai masuk ke Jember pada hari Minggu, 27 Juli 2025 yang mulai mengurangi antrean panjang di SPBU, meskipun distribusi belum sempurna. Kondisi diperkirakan akan kembali normal dalam 5 hari kemudian.

Baca Juga: Tak Hanya Jember! Warganet Soroti Antrean Panjang Sejumlah SPBU di Lumajang, Ikut Kena Imbas Krisis BBM Imbas Keterlambatan Distribusi dari Pertamina

Pemerintah Kabupaten Jember mengeluarkan surat edaran dan menghimbau agar anak-anak sekolah diminta belajar daring, dan memberlakukan WFH bagi ASN untuk mengurangi mobilitas dan menjaga efisiensi BBM.

Masyarakat juga dihimbau tidak melakukan panic buying dan tetap tenang menghadapi situasi sementara ini hingga keadaan normal kembali.

Kisah haru Bunda Auni membuka mata dan menggugah kesadaran publik bahwa keterlambatan distribusi BBM bukan sekadar soal logistik, tapi juga soal kemanusiaan.

Baca Juga: Tengkulak di Jember Jual BBM Eceran Hingga Rp35 Ribu Imbas Kelangkaan, Legislator Fraksi Golkar Amanah Minta Tindak Tegas

Dalam kondisi genting, akses terhadap layanan kesehatan bisa menjadi soal hidup dan mati. Dan dalam kasus Bunda Auni, terlambat beberapa menit saja bisa berarti kehilangan anggota keluarga untuk selamanya.

Tragedi yang dialami Bunda Auni dan keluarganya adalah cermin dari kegentingan sistemik yang perlu segera dibenahi, agar kejadian serupa tak terulang.

Publik berharap pemerintah lebih tanggap dan menyiapkan langkah antisipatif, agar penutupan jalan nasional tidak lagi mengganggu distribusi BBM yang berdampak besar bagi hajat hidup masyarakat luas.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Instagram @jemberawesome

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X