Dalam postingannya, Bunda Auni menyoroti keterlambatan distribusi BBM yang berdampak pada mobilitas masyarakat, terutama bagi warga dalam kondisi terdesak seperti yang dialaminya belakangan ini.
Ia berharap kelangkaan BBM di Jember tak berujung panjang, mengingat kondisi ini dapat memperburuk kondisi masyarakat dari segi ekonomi bahkan menghambat akses pelayanan kesehatan pada masyarakat.
"BBM langka sangat berdampak pada pasien yang butuh ke RS, perawat dan dokter juga terhalang mau mengobati pasien ke RS. Begitu juga dengan mobilisasi Ambulans yang mau merujuk dan mengantar pasien ke RS," tulisnya.
"Keluarga pasien seperti saya juga kesulitan, apalagi harus bolak balik PP (pulang pergi) antara rumah dan RS. Ya Allah semoga kondisi kelangkaan BBM ini segera berakhir," pungkasnya.
Unggahan tersebut menyentuh hati netizen. Banyak warganet yang menyayangkan hal menyedihkan seperti ini bisa terjadi imbas kelangkaan BBM.
Tak sedikit warganet yang merasa iba, marah, bahkan frustasi atas kondisi ini, apalagi Bupati Jember sebelumnya menyebut krisis bahan bakar bukanlah "masalah fundamental".
Baca Juga: Gus Fawait Tanggapi Kelangkaan BBM di Kabupaten Jember: Sebut Itu Bukan Masalah Fundamental...
"Miris banget bacanya sumpah nyesek banget, begini katanya bukan masalah fundamental? Tolong pejabat harus baca dan renungkan hal ini," komentar akun @ro***27.
"Ya Allah turut berduka. Sampai ada warga yang keluarganya meninggal karena telat diantar ke RS. Ambulans juga bagian dari pelayanan kesehatan yang penting banget, apalagi kalo keadaan mendesak. Kalo BBM gak ada mana bisa antar pasien," komentar akun @in****al.
Kesedihan juga dirasakan warganet. Bukan hanya soal kehilangan, tapi juga tentang ketidakberdayaan yang dirasakan masyarakat karena sistem yang seharusnya melindungi, justru tak bisa diandalkan dalam situasi darurat.
"Gak kebayang banget paniknya seperti apa, keadaan urgent masi harus war pengemudi di gojek dan beberapa kali di cancel, hati siapa mana yang gak hancur dihadapkan antara krisis BBM dan kondisi orang tua yang lagi kritis, semoga kondisi ini segera pulih," imbuh akun @fit****20.
Baca Juga: Cek Kesiapan AMP, Komisi C DPRD Minta Rekanan Maksimalkan Bahan dari Jember Terlebih Dahulu
Kelangkaan BBM di Jember belakangan ini dipicu oleh penutupan Gumitir. Jalur strategis yang menghubungkan Banyuwangi dan Jember ditutup karena perbaikan jalan sejak 24 Juli 2025 yang menyebabkan distribusi BBM dari Depo Banyuwangi terhambat.
Alhasil, distribusi BBM dialihkan ke jalur alternatif melalui Situbondo–Bondowoso. Waktu tempuh yang semula hanya sekitar 4 jam, melonjak menjadi lebih dari 11 jam.
Artikel Terkait
Dropping BBM ke Jember Mulai Berjalan, Hiswana Migas Area Besuki: Mohon Bersabar dan Jangan Panic Buying
Kocak! Kompilasi Video Warganet Imbas Kelangkaan BBM di Jember, Ada yang Bawa Bekal saat Antri Panjang di SPBU hingga Berangkat Kerja Pakai Kuda
Efek Terlalu Lama Antre BBM, Terjadi Perkelahian Antar Warga hingga Berujung Keributan di SPBU Pecoro Jember, Polisi Sampai Ikut Turun Tangan
Gandeng Pertamina, Gus Fawait Pastikan BBM Jember Akan Normal Kembali, Sediakan Tambahan Armada Pengiriman dari Surabaya dan Malang
Update! Ini Beberapa SPBU di Jember yang Masih Memiliki Ketersediaan BBM, Pastikan Lokasi dan Ketersediaannya