SketsaNusantara.id - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Jember membuat dampak yang besar, apalagi diperparah dengan adanya tengkulak yang memanfaatkan kondisi ini.
Sebab, banyak sekali tengkulak yang ada di Jember dengan sengaja menjual BBM dengan harga yang lebih tinggi dari biasanya.
Fenomena ini mendapatkan respon dari Anggota Fraksi Golongan Karya (Golkar) Amanah DPRD Jember, Ahmad Birbik Munajil Hayat yang meminta Pemerintah Kabupaten Jember untuk mengambil sikap tegas.
"Kami menerima laporan dari bawah, bahwa adanya tengkulak dengan sengaja melakukan menjual harga BBM lebih tinggi dari biasanya," ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Selasa, 29 Juli 2025.
Ia menyampaikan, modus yang digunakan oleh tengkulak dengan mengantre BBM dan menjualnya kembali dengan harga tinggi.
"Jadi oknum ini bolak balik antre BBM, kemudian menjual secara ecera dengan harga mencapai Rp30-RP35 ribu per liternya," tuturnya.
Kondisi ini jika tidak diambil tindakan, maka akan berdampak besar bagi masyarakat Jember. Khususnya mereka yang membutuhkan BBM untuk mencari nafkah.
"Ini sangat berpengaruh, apalagi masyarakat yang sangat membutuhkan tidak bisa bekerja dan membuat ekonomi mereka terganggu," tegas Gus Birbik.
"Maka kami berharap kepada Pemerintah Daerah, untuk mengambil sikap tegas dan melakukan deteksi hingga level bawah agar persoalan seperti ini tidak terjadi," pungkasnya.
Baca Juga: 6 Raperda Dikebut, Bapemperda DPRD Jember Targetkan Selesai Akhir Tahun 2025
Politisi Golkar ini pun menyampaikan, dampak dari adanya tengkulak yang memanfaatkan momen kelangkaan BBM ini pasti akan merugikan banyak pihak dan juga menyebabkan tersendatnya perputaran ekonomi.
Melihat kondisi tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan persoalan tengkulak ini memang tidak bisa dihindari tetapi juga tidak bisa dibiarkan juga.
Artikel Terkait
Dishub Tutup Jalan Simpang 4 Argopuro Bersinyal, Komisi C DPRD Jember: Kita Tunggu Hasil Evaluasinya
Jalan di Jalur Perlintasan Kereta Api Pecoro Terus Memakan Korban Kecelakaan! Komisi C DPRD Jember Desak BBPJN Segera Perbaiki
Jembatan Penghubung 2 Desa di Kecamatan Balung Alami Kerusakan, Komisi C DPRD Jember Minta Dinas PU Segera Perbaiki
Cegah Kebocoran PAD, Komisi B DPRD Jember Pantau Papan Reklame Tak Berizin: Kami Lakukan Pengawasan!
Dinas Penanaman Modal dan PTSP Jember Catat Investasi Masuk Tembus Rp1,7 T, Komisi B DPRD Jember Jaga Iklim Investasinya
SMPN 4 Tempurejo Minim Siswa saat MPLS, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember Dorong Dinas Pendidikan Berikan Terobosan
6 Raperda Dikebut, Bapemperda DPRD Jember Targetkan Selesai Akhir Tahun 2025
Langkah Konkrit Fatwa Haram MUI Terkait Sound Horeg, DPRD Jember Usulkan Pengaktifanan Kembali Izin Keramaian
Tinjau Penutupan Jalan, Komisi C DPRD Jember Pastikan Pengerjaan Jalur Gumitir Berjalan Maksimal
Antisipasi Penawaran Lelang di Bawah 80 Persen, Komisi C DPRD Jember: Pengerjaannya Dipastikan Tak Sesuai