Kamis, 4 Juni 2026

Jalur Gumitir Ditutup, Volume Penumpang Kereta Api Meningkat

Photo Author
Gita Pamuji, Sketsa Nusantara
- Selasa, 29 Juli 2025 | 20:55 WIB
Suasana penumpang di stasiun Jember (Dok. Humas KAI)
Suasana penumpang di stasiun Jember (Dok. Humas KAI)

SketsaNusantara.id- Penutupan akses jalan nasional di jalur Gumitir arah Jember-Banyuwangi - Banyuwangi-Jember dilakukan sejak Rabu 24 Juli 2025.

Hal ini berdampak secara langsung terhadap pola mobilitas seluruh lapisan masyarakat.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyebut bahwa volume penumpang di KAI Daop 9 meningkat secara signifikan sejak jalur Gumitir ditutup.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Sebut 79 Tangki BBM Dari Malang dan Surabaya Meluncur ke Jember

Tercatat, pada tanggal 28, Juli, KA di wilayah Daop 9 melayani sebanyak 55.476 penumpang.

“Hal ini meningkat sebesar 16 persen dibandingkan periode pekan sebelumnya (17-21 Juli 2025),” katanya, Selasa 29 Juli 2025.

Selanjutnya kata dia, lonjakan penumpang tertinggi, dialami oleh KA Pandanwangi relasi Jember-Ketapang - Ketapang-Jember. Dalam periode yang sama, tercatat sebanyak 16.579 penumpang menaiki KA Pandanwangi.

Baca Juga: Tengkulak di Jember Jual BBM Eceran Hingga Rp35 Ribu Imbas Kelangkaan, Legislator Fraksi Golkar Amanah Minta Tindak Tegas

“Jumlah ini meningkat 15 persen dibandingkan periode sebelumnya, yang hanya mencatat 15.314 penumpang,” ujarnya.

Kata Cahyo, lonjakan terjadi di hampir seluruh stasiun pemberhentian arah Banyuwangi Jember - Jember-Banyuwangi.

Menurutnya, hal tersebut sebagai respon langsung dari keterbatasan akses jalan nasional (jalur Gumitir).

Baca Juga: Pastikan Pelayanan Kesehatan Aman! Bupati Jember Gus Fawait Minta Mobil Ambulan saat Isi BBM Diprioritaskan

“Penutupan lokal akses kendaraan roda empat dan lebih di Gumitir menyebabkan masyarakat mencari moda alternatif,” paparnya.

Cahyo mengaku, pihaknya memang berencana akan ada potensi penambahan stasiun pemberhentian KA Pandanwangi sebagai bentuk perluasan layanan.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X