SketsaNusantara.id – Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jember (UNEJ) Program UNEJ Membangun Desa (UMD) Periode II Tahun 2025/2026 resmi diterjunkan ke Desa Locare, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso pada Selasa, 15 Juli 2025.
Prosesi penerjunan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting yang dilaksanakan di Kantor Kecamatan Curahdami. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pejabat Sementara (Pjs) Camat Curahdami, Guruh Purnama Putra, S.STP., M.Si., beserta jajaran pejabat administratif setempat.
Sebelum diterjunkan, 13 orang Mahasiswa KKN UMD UNEJ Desa Locare telah melakukan koordinasi awal dengan perangkat desa dan melakukan survei langsung kepada masyarakat guna mengidentifikasi potensi dan permasalahan yang ada di Desa Locare.
“Memang rata-rata masyarakat desa sini (Locare) bekerja sebagai petani dan buruh tani. Jadi memang sektor pertanian yang paling menonjol,” ujar Hanafi, Pjs Kepala Desa Locare, dalam pertemuan koordinasi di Kantor Desa Locare, Kamis (10/7/2025).
Berdasarkan Data Profil Desa Locare tahun 2021, dari total luas wilayah sebesar 257,725 hektare, sebanyak 83,708 hektare merupakan lahan sawah dan 139,125 hektare merupakan lahan kering atau tegalan. Komoditas utama pertanian Desa Locare meliputi padi, jagung, cabai, dan tembakau.
Melalui hasil koordinasi dan survei lapangan yang telah dilakukan, mahasiswa KKN menemukan salah satu persoalan utama petani, yakni serangan hama berupa insekta seperti lalat buah yang menyerang tanaman cabai hingga menyebabkan kerusakan dan penurunan hasil panen.
Baca Juga: Lepas Ribuan Mahasiswa KKN Kolaboratif, Bupati Jember Gus Fawait Beri Banyak PR
“Di sini, dek, panen cabai itu menurun karena buahnya busuk dimakan ulat (larva lalat buah). Jadi banyak petani yang rugi. Sudah disemprot obat (pestisida) sampai tiga kali pun tidak mempan,” jelas Sunarto, petani setempat.
Menanggapi permasalahan tersebut, mahasiswa KKN UMD UNEJ Desa Locare merumuskan program utama bertajuk PROTEKSI (Perangkap Lalat Buah Petrogenol Inovatif dan Edukatif untuk Solusi Desa Mandiri). Program ini merupakan inovasi perangkap lalat buah yang dibuat menggunakan botol bekas air mineral, kawat, kapas, serta cairan petrogenol sebagai pemikat insekta.
Inovasi tersebut diharapkan menjadi solusi alternatif pengendalian hama ramah lingkungan yang dapat membantu petani dalam menjaga hasil panen, khususnya cabai dan tanaman hortikultura lainnya.
Rangkaian program diawali dengan sosialisasi resmi kepada perangkat desa yang akan dilaksanakan pada Selasa (22/7/2025) di Balai Desa Locare, dilanjutkan dengan penyuluhan dan praktik kepada masyarakat pada waktu yang akan disepakati bersama.
Selain program utama, kelompok KKN UMD UNEJ Desa Locare juga merancang beberapa sub-program, antara lain: Senam Sehat bersama masyarakat, Pengaktifan kembali Program TOGA (Tanaman Obat Keluarga) bersama Kader PKK, serta Edukasi dan Praktik Hidroponik Sederhana untuk anak usia dini.
Artikel Terkait
Raffi Ahmad Akan Bangun 51 Tambahan Bioskop Sam's Studio Berkonsep Stand Alone, Netizen Sebut Itu Bentuk KKN, Kok Bisa ?
Dulu Hanya Gadis Kecil di Foto KKN, Kini Jadi Istri Sang Mahasiswa: Kisah Cinta Nyata yang Dimulai dari Selembar Potret
Jokowi Tantang Publik Lihat Ijazah Asli di Pengadilan: Hasil Investigasi Bareskrim Lengkap dengan Foto KKN hingga Wisuda
Jumbo Tembus 10 Juta Penonton, Siap Pecahkan Rekor dan Geser KKN di Desa Penari dari Puncak Box Office
UGM Bentuk Komite Etik untuk Christiano Tarigan, Status Mahasiswa Dibekukan dan Izin KKN Ditarik