Negara-negara seperti Inggris, Jepang, Australia, bahkan India sudah memperbarui kebijakan mereka. Di Inggris, penderita buta warna bisa menjadi dokter mata, di Australia bisa menjadi pilot. Pembatasan tetap ada, misalnya untuk profesi bedah, namun dilakukan berdasarkan analisis saintifik, bukan asumsi.
Sayangnya di Indonesia, pembatasan buta warna tidak berdasar pada penelitian mendalam atau riset medis, melainkan pada asumsi kolektif yang tidak teruji. Aturan dibuat berdasarkan persepsi umum tanpa memahami spektrum dan jenis buta warna secara ilmiah.
Ferry mengungkapkan bahwa diskriminasi ini tidak hanya terjadi di sektor kedokteran. Banyak profesi lain seperti TNI, Polri, IT, bahkan posisi kasir minimarket mewajibkan kandidat bebas buta warna.
Hal ini menyebabkan penderita kehilangan hingga 70% peluang karir yang tersedia. Tragisnya, meskipun mereka dianggap disabilitas, para penyandang buta warna tidak mendapatkan perlindungan atau kuota seperti penyandang disabilitas lainnya.
Ferry menegaskan bahwa penderita buta warna tidak sepenuhnya buta terhadap warna. Mereka tetap bisa membedakan warna, meski dengan sensitivitas yang berbeda.
Ia juga mengkritik stereotip keliru yang muncul di masyarakat dan media, seperti anggapan bahwa dunia penderita buta warna hanya hitam putih atau seperti efek sepia.
Tidak ingin berhenti di konten digital, Ferry mengumumkan telah mulai menyusun naskah akademik yang akan dijadikan landasan untuk menggugat aturan diskriminatif ini secara resmi. Targetnya bisa meliputi Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, DPR untuk revisi UU Disabilitas, atau Kementerian Ketenagakerjaan.
Ia mengajak semua pihak, baik penderita buta warna, tenaga kesehatan, hingga masyarakat umum yang peduli untuk bergabung dalam perjuangan ini. Menurut Ferry, perubahan ini bukan hanya penting bagi penderita buta warna saat ini, tapi juga untuk generasi masa depan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
4 Sesat Pikir Ulil soal Tambang Nikel Dibongkar Ferry Irwandi: Gua Anti Kebodohan
Ferry Maryadi Terjatuh di Kamar Mandi hingga Alami Sobek di Sendi Tulang Belakang, Dokter Ambil Tindakan Serius
Ferry Maryadi Cedera Serius Usai Jatuh di Kamar Mandi, Terpaksa Fokus Jalani Pengobatan hingga Batalkan Agenda
Apa Benar Bermain Mobile Legends Bisa Mengasah Kecerdasan Otak? Ferry Irwandi Berikan Penjelasan Menarik Terkait IQ dan Potensi Diri
Kronologi Ferry Maryadi Jatuh di Kamar Mandi, Suami Deswita Maharani Beri Pesan Bagi Warga Usia 50 Tahun ke Atas