2. PT Food Station Tjipinang Jaya
Konsumen juga wajib waspada dengan merk beras premium merek Alfamidi, Setra Pulen, Setra Ramos, Beras Pulen Wangi, Food Station, dan Ramos Premium.
Merek beras tersebut juga diduga tak memenuhi standar mutu dengan pemeriksaan sampel diambil di Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Aceh dan Jawa Barat.
Baca Juga: Dirasa Merugikan, Masyarakat Semboro Jember Minta Operasi Peternakan Ayam Ditutup
3. PT Belitang Panen Raya
Perusahaan ini juga diduga melakukan kecurangan dengan menjual merk beras Raja Platinum dan Raja Ultima yang terindikasi tak sesuai takaran yang dinilai merugikan konsumen.
Pemerintah menemukan sampel beras merk yang terindikasi curang dari PT Belitang Panen Raya yang ada di Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Barat, Aceh, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.
4. PT Sentosa Utama Lestari
Perusahaan ini juga terindikasi melakukan kecurangan pada merk beras Ayana yang dijualnya dengan pemeriksaan 3 sampel di Yogyakarta dan Jabodetabek.
5. PT Unifood Candi Indonesia
Beras yang dijual perusahaan ini diduga oplosan meliputi merk Larisst dan Leezaat yang dianggap tak sesuai mutu dan kualitas barang dengan sampel yang diambil di Jabodetabek, Jawa Tengah dan Jawa Barat.
6. PT Buyung Poetra Sembada Tbk
Perusahaan ini mengeluarkan beras merk Top Koki yang diduga tak sesuai standar mutu dan ukuran dengan sampel yang ditemukan di Lampung dan Jawa Tengah
7. PT Bintang Terang
Artikel Terkait
Bantuan Beras Pemerintah Dihentikan Sementara, Bappenas Ungkap Alasan yang Sebenarnya
Geger Aksi Emak-Emak Menghamburkan Minyak Goreng dan Beras Cuma Demi Konten Lucu di FB Pro, Bikin Emosi Netizen: Sama Sekali Gak Lucu!
17 Persen Produksi Beras dari Jawa Timur, Presiden Prabowo dan Gubernur Khofifah Terima Keluhan Petani, Ternyata...
RI Jadi Lumbung Pangan Dunia? Prabowo Klaim Bisa Bantu Negara Lain Kirim Beras, Tak Perlu Lagi Minta-Minta
Jadi yang Pertama dan Tertinggi di Jatim, Bulog Mojokerto Lampui 100 Persen Target Serapan Gabah dan Beras
Update Harga Beras Jember Hari Ini 27 Juni 2025: Ada Penurunan Mengejutkan di Akhir Bulan, Konsumen Diuntungkan?