2. Kamis, 10 Juli 2025
Pada Kamis pagi pukul 10.42 WIB, investigasi lanjutan dilakukan oleh KRI Pulau Fanildo-723 dan Tim Survei Pushidrosal.
Berdasarkan hasil pindah dari alat Side Scan Sonar (S3), objek bawah laut berlabel Ref.No.8 ditemukan dalam posisi terbalik.
Hasil pindah perangkat tersebut juga memastikan jika objek bawah laut tersebut memiliki dimensi yang sama dengan kapal KMP Tunu Pratama Jaya.
3. Jumat, 11 Juli 2025
Pada hari ketiga pencarian, Tim SAR Gabungan menerjunkan tim penyelam dari Pasukan Katak TNI AL (Kopaska) dan Dinas Penyelamatan wah Air (Dislambair) untuk mengambil visual dari objek bawah laut Ref No. 8 tersebut menggunakan Remotely Operated Vechile (ROV).
Sayangnya, arus laut Selat Bali yang sangat kuat membuat proses pengambilan visual objek bawah laut tersebut gagal.
4. Sabtu, 12 Juli 2025
Sabtu pagi pukul 8.00 WIB, proses pengambilan visual kembali dilakukan dengan menerjunkan tim penyelam dari KRI Spica.
Setelah 2 kali penurunan kamera, tim penyelam onboard KRI Spica berhasil mendapatkan visual dari objek tersebut.
Sayangnya, gambar yang diperolehe hanya berupa serpihan dan batu karang di dasar laut.
Tak berhenti di situ, kamera kembali diturunkan untuk yang ketiga kalinya pada 11.41 WIB.
Hasil penurunan ketiga memperlihatkan video dan foto bangkai kapal yang dipastikan sebagai KMP Tunu Pratama Jaya.
Artikel Terkait
Kronologi Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Sempat Kirim Sinyal SOS Sebelum Hanyut dan Terbalik
8 Fakta Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Sempat Black Out Sebelum Hanyut hingga Jumlah Korban Selamat
Pasca Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Netizen Kembali Singgung Wacana Jembatan Banyuwangi-Bali
Update Darurat! 31 Penumpang Selamat, 4 Meninggal dalam Kecelakaan KMP Tunu Pratama Jaya, Cek Daftar Nama Korban!
Kenapa Jakarta Disebut Ibu Kota ASEAN? Anies Bongkar Cerita Stasiun MRT dan Status Strategis di Kawasan
Akhirnya Damai! Konflik dengan Neo Historia Mereda, Ferry Irwandi Siap Bantu Selesaikan Masalah Lama
Kecewa, Pengunjung Keluhkan Pembayaran HTM Pantai Papuma Jember yang Dinilai Janggal, Desak Pihak Pengelola Selidiki Dugaan Pungli di Lokasi Wisata