"Halo Perhutani/PT Palawija Risorsis, monggo diselidiki petugas yang banyak makan 'Pungli'," tulis wisatawan pemilik akun Ken Arok.
"Apalagi, ketika sudah di dalam banyak pengunjung yang tidak memiliki karcis resmi Pantai Tanjung Papuma," pungkasnya.
Keluhan ini langsung menuai beragam komentar dari warganet. Sebagian warga Jember juga merasa prihatin dengan kondisi ini dan kerap menemui praktik pungli di area wisata yang membuat pengunjung tak nyaman.
"Mending liburan ke Bali, masuk pantai cuma bayar parkir Rp5 ribu sepuasnya daripada ke Papuma bayar mahal banget tiket masuknya," komentar salah satu warganet.
"Dari dulu sering ada yang komplain pungli gini, ya tetap gitu-gitu aja, tapi gak ada tindakan apapun, gak ada transparannya juga," imbuh netizen lainnya.
"Sebagai warga Jember, saya kecewa ke Papuma karena selain tiket mahal, fasilitasnya masih sama saja, gak ada perubahan, dan ternyata masih sering ada pungli kaya gini," tambah netizen lainnya.
Ada pula warganet yang menilai pembayaran tersebut sudah sesuai untuk membayar HTM untuk 4 orang dengan penambahan Rp10.000 untuk parkir, meski perlu ada penjelasan lebih lanjut dari pihak pengelola wisata Pantai Papuma.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola wisata, baik dari Perhutani maupun PT Palawija Risorsis, selaku pihak yang disebut-sebut bertanggung jawab atas pengelolaan Pantai Papuma.
Warganet mendesak agar ada penindakan terhadap praktik-praktik pungli di tempat wisata, agar kejadian serupa tidak terus berulang dan merusak citra pariwisata daerah.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
3 Jam dari Papuma, Ada Surga Tersembunyi di Jember dengan Sensasi Alam Liar untuk Wisata Natal dan Tahun Baru 2025
Sasar Puslitkoka dan Papuma, Bupati Gus Fawait Ingatkan Potensi Wisata Jember
Warga Jember Harus Tahu, Cara Nonton JFC 2025 dengan Nyaman Sesuai Kursi Pilihan, Sistem Tiketnya Beda dari Tahun Lalu?
Gumitir Ditutup! Ini Jalur Alternatif Banyuwangi-Bondowoso Tanpa Lewat Jember dengan View 3 Gunung yang Menawan
Puluhan Wisatawan Asal Spanyol Kembali Datang ke Jember, Disparbud: Mereka Belajar Pengelolaan Kopi dan Karet