Kamis, 4 Juni 2026

Kronologi Lengkap Penemuan Pria Asal NTT Tewas di Hotel Jember, Diduga akibat Penyakit Bawaan Tanpa Tanda Kekerasan

Photo Author
Gita Pamuji, Sketsa Nusantara
- Minggu, 13 Juli 2025 | 19:39 WIB
Ilustrasi. Pria asal NTT ditemukan meninggal dunia. (Pixabay/soumen82hazra)
Ilustrasi. Pria asal NTT ditemukan meninggal dunia. (Pixabay/soumen82hazra)

 

SketsaNusantara.id - Liburan berakhir tragis dialami oleh pria bernama Arismunandar (55), asal Kecamatan Alak, Kabupaten Kupanh, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dia ditemukan ditemukan meninggal dunia di Hotel Tomiharini, Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Jember, Sabtu 12 Juli 2025, malam.

Kapolsek Sukorambi, AKP Sudarsono menyampaikan bahwa, korban memang sempat bilang tidak enak badan ke temannya, YF (61), asal kota Waikabubak, Sumba Barat, Sumbawa. Sore harinya, korban sempat ngopi lalu makan ayam geprek disekitar desa Jubung.

Baca Juga: Sempat Ngeluh Sakit Kepala, Pria Asal NTT Ditemukan Tewas di Hotel Jember

"Berdasarkan keterangan temannya, korban memang merasa tidak enak badan. Sore harinya sempat ngopi di sekitar hotel, kemudian beli makan geprek," katanya, Minggu 13 Juli 2025.

Selanjutnya kata dia, saat kembali ke kamar, korban mengeluh pusing dan mengalami sakit kepala di bagian belakang ke YF. Korban sempat muntah, lalu dikerokin oleh YF dan meminta untuk dioleskan freshcare.

"Saat kembali ke kamar, korban merasa pusing dan sakit dibagian belakang kepala. Setelah itu, korban muntah dan minta untuk dikerokin," ujarnya.

Baca Juga: Peringati Milad Perpenca 2025, Bupati Jember Komitmen Berikan Hak yang Setara bagi Penyandang Disabilitas

"Korban lalu meminta temannya agar menggosokkan minyak frescare di bagian leher belakang," tambahnya.

Sudarsono menambahkan, setelah dikerok, korban meminta istirahat dikamar. YF kemudian menelpon temannya agar datang dan mengecek keadaan korban.

Saat dicek, ternyata perut korban sudah dingin dan harus dibawa ke rumah sakit.

Baca Juga: Puluhan Wisatawan Asal Spanyol Kembali Datang ke Jember, Disparbud: Mereka Belajar Pengelolaan Kopi dan Karet

"Saat kembali, temannya sudah menemukan banyak bekas muntahan dan kondisi korban sudah tidak sadarkan diri. Temannya melapor ke pihak hotel, kemudian ambulan datang dan mereka melapor ke kami," paparnya.

Menurutnya, berdasarkan hasil penyelidikan, penyebab kematian korban memang dikarenakan sakit. Saat dilakukan autopsi oleh tim medis RSD dr. Soebandi, hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada tanda-tanda korban mengalami tindak kekerasan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X