Kamis, 4 Juni 2026

Peringati Milad Perpenca 2025, Bupati Jember Komitmen Berikan Hak yang Setara bagi Penyandang Disabilitas

Photo Author
Gita Pamuji, Sketsa Nusantara
- Minggu, 13 Juli 2025 | 15:51 WIB
Bupati Jember saat menghadiri acara peringatan milad Perpenca. (Dok. Diskominfo)
Bupati Jember saat menghadiri acara peringatan milad Perpenca. (Dok. Diskominfo)

 

SketsaNusantara.id - Peringatan Milad Persatuan Penyandang Disabilitas dan Center Advokasi (Perpenca) diselenggarakan di Alun-Alun Nusantara pada Minggu 13 Juli 2025.

Acara yang bertajuk ‘Bergerak untuk Disabilitas’ itu dihadiri langsung oleh Bupati Jember. Dalam sambutannya, Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan komitmennya untuk memberikan hak dan akses yang setara kepada seluruh warga termasuk bagi para penyandang disabilitas.

Baca Juga: Meski Basah Kuyup, Bupati Jember Gus Fawait Tetap Lanjutkan Serangkaian JKCI dan Berikan 40.300 Bantuan Sosial

“Kami sadar, bahwa saudara-saudara kami, kaum disabilitas tidak meminta untuk dikasihani. Tetapi meminta diberikan hak yang sama untuk membangun Republik Indonesia,” katanya, Minggu 13 Juli 2025.

Selanjutnya kata dia, pihaknya menolak penggunaan istilah ‘disabilitas’ atau ‘tidak mampu’.

Dirinya mengusulkan istilah ‘kekhususan’ untuk menggambarkan keunikan dan potensi luar biasa yang dimiliki saudara berkebutuhan khusus.

“Mungkin secara fisik ada keterbatasan, tetapi saya yakin Allah memberikan kelebihan di sektor lainnya. Ini bukan soal kekurangan, tapi soal kekhususan,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Gus Fawait itu, juga mendorong berdirinya koperasi-koperasi yang dikelola oleh komunitas disabilitas. Termasuk mereka dari komunitas tuna netra, sebagai bagian dari strategi inklusif pengentasan kemiskinan.

“Koperasi adalah jati diri bangsa dan alat untuk mengurai ketimpangan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi jangan hanya dinikmati oleh segelintir orang,” paparnya.

Gus Fawait menambahkan, bahwa pendidikan juga menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi kemiskinan. Maka dari itu, Pemkab memberikan kuliah gratis kepada anak-anak Jember, termasuk dari kalangan penyandang disabilitas.

“Tidak ada jalan paling efektif untuk mengurai kemiskinan, kecuali lewat jalur ilmu pengetahuan. Karena itu, kami akan memberikan 20.000 kuota kuliah gratis, termasuk dari kalangan penyandang disabilitas,” tandasnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X