Kamis, 4 Juni 2026

Tragis! Pemuda di Padang Pariaman Alami Kebutaan Usai Gigi Dicabut, Lapor Polisi Jadi Korban Malpraktik tapi Kasus Diabaikan? Ternyata Begini Faktanya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 10 Juli 2025 | 07:17 WIB
Ilustrasi - pemuda di Padang Pariaman mengalami kebutaan setelah mencabut gigi, diduga jadi korban malkpraktik (Pexels/Maria Pashkova)
Ilustrasi - pemuda di Padang Pariaman mengalami kebutaan setelah mencabut gigi, diduga jadi korban malkpraktik (Pexels/Maria Pashkova)

SketsaNusantara.id - Media sosial belum lama ini dihebohkan dengan beredarnya berita seorang pemuda yang mengalami kebutaan setelah mencabut giginya dari sebuah klinik di Padang Pariaman.

Kejadian ini menjadi sorotan publik yang menjadi pengalaman buruk seseorang akibat dari prosedur medis yang tampaknya sederhana, hingga dikaitkan dengan dugaan malpraktik.

Bahkan hingga korban yang melapor ke polisi pun kasusnya tidak bisa ditangani, mengapa demikian? Bagaimana kronologinya hingga pasien mengalami kebutaan dan bagaimana respons dari pihak klinik?

Baca Juga: Viral! Seleb TikTok Jadi Korban Malpraktik Klinik Kecantikan, Kejang-Kejang sampai Koma 1 Bulan Gegara Overdosis Anestesi, Begini Kronologinya

Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @nyinyir_update_official, diketahui korban bernama Hengki Saputra, warga Korong Koto Tabang, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Hengki mengalami kebutaan setelah menjalani prosedur pencabutan gigi di sebuah klinik di Kota Pariaman pada akhir tahun 2022 lalu.

Awalnya, ia merasakan ketidaknyamanan di mulut karena pertumbuhan gigi yang tidak normal. Lambat laun, Hengki merasakan sakit dan mendatangi klinik hingga akhirnya dilakukan prosedur pencabutan gigi.

Setelah gigi dicabut oleh dokter berinisial RN, Hengki mengalami perdarahan hebat, diikuti demam tinggi selama 7 hari kemudian.

Baca Juga: Tuai Simpati, Mee Flome Ungkap Hal Ini Jadi Penyebab Dirinya Nekat Lakukan Operasi Plastik hingga Jadi Korban Dugaan Malpraktik Klinik Kecantikan

"Awalnya pihak klinik bilang aman, gak berdampak apa-apa. Tapi setelah dicabut malah keluar darah banyak sampe matanya tidak bisa melihat," ungkap Nurhasni, Ibunda Hengki.

Penglihatan pria berusia 30 tahun itu mulai kabur dari mata kiri, lalu menjalar ke mata kanan, hingga akhirnya ia kehilangan penglihatan sepenuhnya dalam beberapa bulan.

Keluarga Hengki, menduga kebutaan ini akibat malpraktik, karena prosedur dilakukan tanpa observasi mendalam atau rujukan lanjutan.

Baca Juga: Bukan Hanya Mee Flome, 10 Artis Ini Pernah Menjadi Pasien Clinique Suisse, Ada Omar Daniel hingga Nikita Willy, Malpraktik Juga?

Tak tinggal diam, keluarga Hengki kemudian melaporkan kasus ini ke Polresta Pariaman pada 21 Januari 2025 untuk meminta pertanggungjawaban dari pihak klinik. Namun, mereka mendapat respons mengejutkan dari pihak kepolisian.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: instagram @nyinyir_update_official

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X