Kamis, 4 Juni 2026

Kebakaran Lahan di Aceh, Dairi, dan Nias Terjadi saat Cuaca Ekstrem: Mengapa Karhutla Bisa Terjadi di Tengah Hujan Deras?

Photo Author
Fijriani Sri Wiranti, Sketsa Nusantara
- Kamis, 10 Juli 2025 | 05:30 WIB
Ilustrasi. ebakaran yang terjadi di tengah cuaca ekstrim. (Unsplash/Luke Porter)
Ilustrasi. ebakaran yang terjadi di tengah cuaca ekstrim. (Unsplash/Luke Porter)

 

SketsaNusantara.id – Beragam bencana hidrometeorologi basah mulai mencuat di berbagai penjuru Indonesia saat memasuki awal Juli 2025.

Curah hujan tinggi yang datang di luar pola musim normal menyebabkan banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang di sejumlah wilayah.

Kondisi ini menjadi alarm penting bahwa perubahan iklim semakin nyata dan berdampak langsung pada kestabilan lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Baca Juga: Kebakaran Kapuk Muara Hanguskan 485 Rumah, Gubernur Pramono Janji Penuhi Kebutuhan Pengungsi Termasuk Susu dan Kipas Angin

Namun, di tengah curah hujan tinggi. Dilansir SketsaNusantara.id, BNPB mencatat bahwa dalam kurun 6 hingga 7 Juli 2025, kejadian hidrometeorologi, khususnya karhutla, menjadi bencana yang paling menonjol.

Salah satu kejadian kebakaran dilaporkan terjadi di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, sejak malam Sabtu, 5 Juli.

Titik api ditemukan di tiga kecamatan yaitu Arongan Lambalek, Johan Pahlawan, dan Woyla Barat, meliputi lima gampong.

Baca Juga: Viral! 4 Orang Jamaah Haji Indonesia Merokok di Kamar Hotel, Alarm Kebakaran Bunyi dan Lansia Panik Tak Mampu Turun Tangga

Luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 9 hektar. Penyebab kebakaran masih diselidiki oleh pihak berwenang, namun hingga kini tidak ada korban jiwa dilaporkan.

BPBD Aceh Barat melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) telah menerjunkan sejumlah armada pemadam, termasuk kendaraan D-max, Armada 010, dan mesin kohle.

Namun, upaya di lapangan terhambat oleh akses yang sulit dijangkau dan minimnya ketersediaan air.

Upaya pemadaman juga melibatkan unsur TNI/Polri, Damkar, serta masyarakat setempat, menciptakan sinergi lintas sektor.

Hingga Minggu malam 6 Juli, titik api di Karang Hampa dilaporkan hampir padam 90%, sedangkan di Lapang dan Suak Raya, proses pemadaman masih berlangsung intensif.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X