Landasan itu pula yang kemudian menjadi landasan beberapa pondok pesantren di Pasuruan mengharamkan keberadaan sound horeg.
Keberadaan sound horeg sendiri menurut MUI selama ini bermanfaat untuk kalangan pengusaha sound horeg saja, namun mudharatnya lebih banyak dialami oleh masyarakat sendiri mulai dari kerusakan rumah hingga kebisingan.
Hal itu kemudian diperparah dengan tontonan erotis berupa tarian yang menambah aspek mudharat yang dilarang oleh agama.
Selain mengganggu, sound horeg juga bisa memicu konflik hingga tontonan yang tak senonoh berupa mengumbar aurat hingga minuman-minuman keras.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Sound Horeg Kembali Bikin Geger! Beredar Video Detik-Detik 2 Warga Bondowoso Tertimpa Sound Setinggi 5 Meter, Begini Kronologi dan Kondisi Korban
Awas Budek! Kekuatan Suara Sound Horeg Setara Mesin Pesawat Jet? Ini Perbandingan Daya Tahan Telinga terhadap Kebisingan
Setelah Bondowoso, Sound Horeg Kembali Telan Korban di Pati Jawa Tengah, Netizen: Final Destination di Pati
Apa itu Glundengan? Mengenal Asal Mula Seni Musik Budaya Asli Jember yang Hampir Punah, Kalah Pamor dari Sound Horeg
Sound Horeg Makin Meresahkan! Warga Jenggawah Jember Protes Event Hiburan Ganggu Pengguna Jalan, Dipaksa Bayar Tiket Masuk Padahal Gak Ikut Nonton