Kamis, 4 Juni 2026

Bupati Gus Fawait Launching Empat Pelayanan Kesehatan, Demi Turunkan Angka Kemiskinan di Jember

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Minggu, 6 Juli 2025 | 12:41 WIB
Bupati Jember Muhammad Fawait dan jajarannya saat melaunching program Gus'e Peduli Kesehatan. (m Purnomo/SketsaNusantara.id)
Bupati Jember Muhammad Fawait dan jajarannya saat melaunching program Gus'e Peduli Kesehatan. (m Purnomo/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Bupati Jember Muhammad Fawait dan jajarannya meresmikan progam Gus'e Peduli Kesehatan pada Minggu, 6 Juli 2025, di Aula Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi.

Program tersebut terdiri atas empat program andalan yang digelar secara bertahap hingga September mendatang.

Mulai khitanan massal, operasi katarak, operasi bibir sumbing, hingga pemasangan alat kontrasepsi permanen.

Baca Juga: Berkat Layanan Wadul Gus’e, Bupati Jember Gus Fawait Sabet Penghargaan sebagai Kepala Daerah Inovatif

Plt Kepala Dinas Kesehatan Jember Akhmad Helmi Luqman menerangkan, bahwa pelaksana bakti sosial pada hari ini dimanfaatkan oleh sebanyak 65 anak di RSD dr Soebandi, 65 anak di balung, dan 60 anak di Kalisat dengan total sebanyak 190 orang.

"Khitanan massal dilaksanakan serentak di tiga rumah sakit daerah pada 6 Juli 2025," ungkapnya.

Sementara itu, operasi katarak rencananya dilakukan pada 31 Juli 2025 di RSD dr Soebandi dan RSD Kalisat.

Baca Juga: Datangi Puskesmas 1 Silo, Bupati Gus Fawait Pastikan Layanan Kesehatan di Wilayah Jember Merata

Selanjutnya operasi bibir sumbing akan berlangsung pada 23 Agustus 2025, serta pelayanan kontrasepsi jangka panjang (MOW/MOP) akan digelar pada 19–20 September 2025 di RSD Balung.

"Seluruh pelayanan ini gratis didanai oleh dana CSR dan APBN," tegasnya.

Lebih lanjut, Anggota TP3D Jember Bidang Kesehatan dr Ulfa Elfiah menjelaskan bahwa, Pemkab Jember tak bisa mengentaskan kemiskinan sendirian.

Baca Juga: Gelar Bunga Desaku, Bupati Jember Gus Fawait Ajak Puluhan Pelayanan Merapat ke Kecamatan Silo

Oleh karena itu, perlu ada dukungan CSR untuk mendukung program pengentasan dan mengurai persoalan kemiskinan. Salah satunya melalui bidang kesehatan.

"Launching ini targetnya untuk 200 anak, 140 pasien operasi katarak, 30 calon pasien bibir sumbing 30, dan sebanyak 300 peserta pemasangan alat kontrasepsi permanen. Kami menurunkan tenaga profesional, dokter spesialis," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X