Kamis, 4 Juni 2026

Pendaki Alami Sesak Napas di Gunung Prau, Tim Rescue Lakukan Evakuasi Malam Hari

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Minggu, 6 Juli 2025 | 12:38 WIB
Gunung Prau yang dikenal dengan keindahan pemandangannya, juga menyimpan tantangan berat bagi pendaki, terutama di malam hari saat evakuasi darurat dilakukan. (Pixabay/masfajar)
Gunung Prau yang dikenal dengan keindahan pemandangannya, juga menyimpan tantangan berat bagi pendaki, terutama di malam hari saat evakuasi darurat dilakukan. (Pixabay/masfajar)

SketsaNusantara.id – Sebuah video yang menampilkan proses evakuasi seorang pendaki asal Tangerang di Gunung Prau, Jawa Tengah, menarik perhatian publik di media sosial.

Pendaki tersebut dilaporkan mengalami sesak napas saat berada di kawasan sunrise camp, sebuah titik populer yang kerap dijadikan lokasi bermalam oleh para pendaki.

Video evakuasi yang diunggah oleh akun Instagram @ranger_prau memperlihatkan suasana malam hari saat tim rescue dengan penuh kehati-hatian membawa korban turun dari ketinggian.

Baca Juga: Dijuluki Pahlawan Evakuasi Pendaki Brasil, Agam Rinjani Mengaku Tengah Berada di Jakarta saat Juliana Marins Jatuh: Lagi Persiapan

Proses evakuasi ini menjadi sorotan karena dilakukan dalam kondisi gelap dengan jalur menurun yang cukup menantang.

Kejadian di Sunrise Camp Gunung Prau

Gunung Prau merupakan salah satu destinasi favorit para pendaki di Pulau Jawa, terutama karena keindahan panorama matahari terbit dari puncaknya. Sunrise camp adalah salah satu area tempat para pendaki biasa mendirikan tenda untuk menyambut momen matahari terbit keesokan harinya.

Namun, kawasan ini juga berada pada ketinggian yang cukup signifikan, dan kondisi fisik pendaki yang tidak prima dapat berisiko tinggi. Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @ranger_prau, pendaki asal Tangerang tersebut mengalami gangguan pernapasan pada malam hari dan membutuhkan penanganan segera.

Baca Juga: Menteri Kehutanan Ajak Agam Rinjani Diskusi Serius Terkait Keselamatan Pendaki, Bahas Soal Ini dengan Serius...

Dalam video tersebut, tampak beberapa anggota tim rescue bergerak cepat menyusuri jalur sambil membawa tandu. Mereka menggunakan bantuan cahaya senter dan tetap menjaga keselamatan di medan yang curam dan gelap.

Respon cepat ini patut diapresiasi mengingat kondisi malam hari menambah tingkat kesulitan dalam proses evakuasi. Tidak hanya harus mengamankan korban, para anggota tim juga harus menjaga koordinasi dan stabilitas pergerakan di tengah cuaca yang tidak selalu bersahabat di ketinggian.

Gangguan pernapasan seperti sesak napas bisa dipicu oleh berbagai faktor, termasuk cuaca dingin ekstrem, tekanan udara rendah, atau kelelahan. Pendaki yang kurang aklimatisasi dengan ketinggian juga rentan mengalami altitude sickness, kondisi yang dapat memicu gejala serupa.

Oleh karena itu, sangat penting bagi para pendaki untuk mempersiapkan diri secara fisik dan mental sebelum melakukan pendakian, serta memperhatikan kondisi tubuh selama perjalanan. Dalam banyak kasus, tindakan cepat seperti evakuasi medis sangat menentukan keselamatan korban.

Respons Publik dan Harapan Kesembuhan

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X