Minggu, 19 Juli 2026

Perjalanan Sukses UMKM Teh Bogor yang Tembus Pasar Dunia Berkat BRI

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 6 Juli 2025 | 09:11 WIB
UMKM sukses asal Bogor. (Dok. BRI)
UMKM sukses asal Bogor. (Dok. BRI)

SketsaNusantara.id - Di tengah gempuran produk teh impor yang membanjiri pasar Indonesia, sebuah bisnis teh lokal asal Bogor berhasil membuktikan diri sebagai pemain tangguh.

Tak hanya memperkuat posisinya di dalam negeri, UMKM ini bahkan sukses menembus pasar internasional dengan membawa harum nama teh Indonesia ke berbagai negara.

Bisnis yang dinamai Sila Artisan Tea ini berdiri sejak 2018 di bawah bendera PT Sila Agri Inovasi.

Baca Juga: BRI Perkuat Komitmen Keuangan Berkelanjutan, Dukung Pencapaian SDGs Lewat Pendanaan UMKM dan Inklusi Keuangan

Didirikan oleh Redha Taufik Ardias bersama Iriana Ekasari, mereka memiliki misi besar untuk menjadikan teh Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri dan membawanya ke panggung global.

Perjalanan mereka tentu tidak mudah, namun berkat konsistensi, inovasi, dan dukungan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, usaha ini mampu terus tumbuh dan “naik kelas”.

Redha mengaku termotivasi ketika melihat hotel-hotel dan kafe premium di Indonesia lebih banyak menyajikan teh impor.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Sanrah Food, UMKM Kuliner Binaan BRI yang Sukses Naik Kelas dan Menembus Pasar Global

“Karena, kita lihat sendiri kalau datang ke hotel bintang 5/4, ke cafe high-end, atau bahkan coffee shop yang lagi tren itu kerap menyajikan teh dari luar negeri, brand luar negeri. Jadi, kami ingin memperkenalkan teh lokal dengan cara yang relevan, modern, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Konsistensi pada kualitas produk dan standar produksi yang tinggi membuat Sila diterima di segmen premium. Saat ini, Sila sudah hadir di berbagai kota besar Indonesia hingga ekspor ke Singapura, Malaysia, Filipina, Austria, Jepang, Amerika Serikat, dan Kanada, termasuk melalui kanal e-commerce.

Sila tak hanya fokus pada produk, tetapi juga memberdayakan petani di Yogyakarta, Batang, Cianjur, dan Sukabumi. Awalnya, petani hanya menjual teh seharga Rp15 ribu/kg, tetapi setelah pendampingan dari Sila, teh mereka kini bisa bernilai hingga Rp1 juta/kg.

Baca Juga: Awalnya Hanya 25 Peternak, Kini 300 Lebih: Kisah Klaster Susu Ponorogo Bangkit Lewat Dukungan BRI dan Produksi 10 Ton Susu per Hari

Redha menambahkan bahwa saat ini mereka membina sekitar 8 petani utama, yang masing-masing membawahi hingga 25 pemetik teh, membuka peluang ekonomi bagi ratusan orang.

Sejak 2021, Sila menjadi nasabah BRI dan mendapatkan pembiayaan lewat Kredit Modal Kerja (KMK). Tak hanya itu, Sila juga diikutsertakan dalam berbagai program pemberdayaan UMKM BRI seperti Growpreneur Pengusaha Muda BRILiaN, BRI UMKM EXPO(RT), hingga tampil di pameran internasional di FHA HoReCa Singapore dan FHA Food and Beverages Singapore.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X