Kamis, 4 Juni 2026

Gelombang Panas Ekstrem di Eropa Pecahkan Rekor Suhu Awal Juli: Sekolah Ditutup, Warga Menyerbu Fasilitas Pendingin Udara

Photo Author
Nurul Olivia Ulfa, Sketsa Nusantara
- Kamis, 3 Juli 2025 | 15:14 WIB
Cuaca ekstrem melanda berbagai negara di Eropa dan mencatat rekor suhu tertinggi sejak abad ke-19 (Pixabay.com/ Pexel)
Cuaca ekstrem melanda berbagai negara di Eropa dan mencatat rekor suhu tertinggi sejak abad ke-19 (Pixabay.com/ Pexel)

SketsaNusantara.id - Gelombang panas ekstrem kembali melanda Eropa di awal Juli, mencatat rekor suhu tertinggi yang pernah terjadi.

Beberapa negara Eropa seperti Prancis, Spanyol, Portugal hingga Inggris mencatat suhu melebihi 46°C. London mencatat suhu tertinggi tahun ini.

Sementara itu berbagai kota di Jerman, Italia, dan Polandia juga terdampak suhu ekstrem.

Baca Juga: 24 Nama Calon Duta Besar untuk Negara Sahabat Sudah Masuk DPR, Puan Singgung Kerahasiaan dan Situasi Geopolitik

Warga di berbagai negara Eropa seperti anak-anak dan lansia paling banyak terdampak akibat suhu tinggi ini, terutama yang sensitif terhadap cuaca ekstrem.

Berdasarkan pantauan tim SketsaNusantara.id dari halaman theguardian.com, gelombang panas ini terjadi sejak akhir Juni, dan mencapai puncaknya pada awal Juli (1-2 Juli).

Penyebab dari cuaca ekstrem ini diduga karena adanya kombinasi perubahan iklim global, pola sirkulasi udara yang tidak normal, serta efek pemanasan global yang semakin intensif.

Baca Juga: Pemerintah Jember Gusur Tegas Warung Liar di Perhutani Kaliputih-Rambipuji untuk Proyek Pengerukan Selokan

Masih dikutip dari website theguardian.com, di negara Prancis, 84 departemen memasuki status siaga cuaca panas, Eiffel Tower ditutup untuk sementara.

Sedangkan di London, Inggris, suhu mencapai 34,7°C di St. James’s Park, dan dianggap sebagai hari terpanas di tahun 2025 ini.

Sementara itu Italia menyetop aktivitas luar ruangan di 13 wilayah saat suhu ekstrem terjadi, berdasarkan informasi dari halaman reuters.com.

Baca Juga: Tonton! Apple Tampilkan Tarian Aceh yang Memukau, Ratoh Jaroe Jadi Sorotan Global!

Dampak dari suhu ekstrem global ini antara lain banyak kota membangun “oasis iklim” dan mengizinkan masuk gratis ke museum atau fasilitas pendingin udara untuk lansia dan anak-anak.

Masih dari halaman reuters.com, ribuan sekolah di Prancis ditutup, dan aktivitas luar ruangan di Italia dibatasi.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: The Guardian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X