Maka, untuk mengatasi pada sasaran kelompok tingkat rumah tangga sangat penting guna melakukan mitigasi perubahan iklim serta kelestarian sumber daya alam.
Kurangnya pengetahuan dan sikap yang bijak dalam mengolah sampah makanan menjadikan permasalahan yang penting dalam jangka panjang.
Pengolahan sampah makanan pun masih banyak yang dilakukan secara salah. Pembuangan yang dilakukan langsung ke selokan, kogenerasi, pembakaran bahkan pembuangan di laut.
Hal ini tentunya membuat masalah lingkungan yang akan semakin besar. Insinerasi dan penimbunan sampah menjadi metode yang trending sebagai pengolahan sampah padat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Momen Evakuasi Penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang Tenggelam di Selat Bali, Polda Jatim Beberkan Update Terbaru: Jumlah Korban Selamat Bertambah
Anak Ketiga Ustadz Abdul Somad Namanya Siapa? Adik dari Hadziq dan Samy Menjadi Sorotan di Medsos
Viral di Brasil, Dana Donasi Rp1,54 Miliar untuk Agam Rinjani Cair Tanpa Potongan, Begini Cerita Lengkapnya!
KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Begini Situasi dan Kondisinya di Lapangan
Menhut Raja Antoni Bakal Ubah Aturan Pendakian! Libatkan Agam Rinjani, Ini Dia Rencana Kebijakan Barunya