Kamis, 4 Juni 2026

Miris Lingkungan Indonesia Menduduki Urutan Penghasil Sampah Terbesar ke-5 di Dunia! Berikut Penjelasannya

Photo Author
Fijriani Sri Wiranti, Sketsa Nusantara
- Kamis, 3 Juli 2025 | 14:15 WIB
Ilustrasi penampakan tumpukan sampah   (unsplash/Marija Zaric)
Ilustrasi penampakan tumpukan sampah (unsplash/Marija Zaric)

SketsaNusantara.id - Sampah merupakan sisa makanan yang dibuang akibat pemborosan yang menunjukkan tidak kompeten dalam penggunaan makanan.

Dilansir SketsaNusantara.id dari Undang-undang nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, sampah adalah sisa kegiatan dalam keseharian baik berbentuk padat maupun cair.

Masalah ini tentunya akan memberikan dampak negatif baik terhadap lingkungan, perekonomian maupun masyarakat sendiri.

Baca Juga: Pasca Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Netizen Kembali Singgung Wacana Jembatan Banyuwangi-Bali

Indonesia menduduki urutan ke-5 penghasil sampah terbesar di dunia dengan jumlah mencapai 65,2 juta ton per tahun, dilansir SketsaNusantara.id dari laporan Bank Dunia yang bertajuk The Atlas of Sustainable Development Goals 2023.

Sampah juga mempunyai hubungan erat dengan kesehatan masyarakat, dimana sampah akan hidup dengan berbagai mikroorganisme penyebab penyakit.

Lalat merupakan salah satu vektor penyakit yang dapat mengancam kesehatan masyarakat. Peningkatan populasi juga menjadi faktor penyebab tingginya permintaan pangan.

Baca Juga: Heboh! BNN Sita dan Musnahkan Hampir 600 Kilogram Narkotika

Ironisnya kurangnya pengetahuan dalam lingkungan dan tidak mengetahui pentingnya lingkungan berkelanjutan yang tentunya akan memberikan peningkatan jumlah sisa makanan khususnya dalam skala rumah tangga.

Sebaliknya dengan penurunan jumlah food waste di tingkat rumah tangga memberikan potensi adanya perubahan positif baik pada individu, kelompok maupun global.

Sisa makanan juga dapat digambarkan sebagai makanan yang hilang dari salah satu ke-4 fase utama rantai pasokan makanan yakni dari hulu ke hilir.

Baca Juga: Sigap! Prabowo Subianto Tetap Koordinasikan Penyelamatan Kapal KMP Tunu Pratama Jaya Meski Sedang Umroh

Hal ini akan melibatkan produsen, pengolah, pengecer dan konsumen. Sangat penting untuk merangsang perubahan perilaku dalam pola konsumen untuk mengatasi sisa makanan skala rumah tangga.

Jumlah sampah yang dihasilkan oleh tingkat rumah tangga diperkirakan berjumlah sekitar 25% hingga 30%.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X