Kamis, 4 Juni 2026

Tegas! MUI Dukung Penuh Keputusan Fatwa Haram Sound Horeg dari Para Ulama di Pasuruan: Acara Hiburan yang Merusak...

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 2 Juli 2025 | 08:00 WIB
Potret MUI Jatim yang memberikan dukungan penuh terhadap fatwa haram sound horeg, mengingat dampaknya yang merugikan banyak pihak dan memicu hal-hal negatif di mesyarakat (Instagram/muijatim)
Potret MUI Jatim yang memberikan dukungan penuh terhadap fatwa haram sound horeg, mengingat dampaknya yang merugikan banyak pihak dan memicu hal-hal negatif di mesyarakat (Instagram/muijatim)

MUI Jawa Timur (Jatim) ikut buka suara menanggapi soal ini, bahkan memberikan dukungan penuh terhadap keputusan tersebut.

Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim, menyatakan bahwa fatwa haram sound horeg sudah tepat secara hukum dan fiqih. 

Baca Juga: Sound Horeg Makin Meresahkan! Warga Jenggawah Jember Protes Event Hiburan Ganggu Pengguna Jalan, Dipaksa Bayar Tiket Masuk Padahal Gak Ikut Nonton

"Secara fiqih, keputusan ini sudah benar dan tepat dengan mempertimbangkan banyak aspek, jadi MUI Jatim mendukung keputusan ini," ucap KH Ma'ruf Khozin, Ketua Komisi Fatwa MUI Jatim, dikutip SketsaNusantara.id dari postingan Instagram @jawatimurterkini pada hari Selasa, 1 Juli 2025.

Menurutnya, sound horeg hanya dinikmati sebagian orang dan meresahkan banyak pihak. Tidak hanya mengganggu kenyamanan dan ketertiban umum, tetapi juga meresahkan secara spiritual.

Ia mengungkit banyaknya masyarakat yang mengeluh kebisingan ekstrem yang ditimbulkan oleh sound horeg, dan bisa mengganggu orang sakit, anak-anak yang sedang belajar, hingga kegiatan keagamaan seperti pengajian.

Baca Juga: Meresahkan! Sound Horeg di Jember Rusak Warung Warga Agar Bisa Lewat, Netizen: SDM Rendah...

MUI Jatim juga pernah menangani kasus penggunaan sound horeg dalam takbiran yang dicampur dengan musik yang tidak sesuai syariat.

"Kami pernah menemukan takbiran diiringi sound horeg. Itu tidak diperkenankan, apalagi isinya mengarah ke musik disko, bukan takbiran," ucap Ma'ruf Khozin.

"Dentuman suara keras ini kalo lewat rumah orang yang misal ada orang sakit itu pasti terganggu. Lewat depan pondok pesantren atau sekolah kemudian ada kiai sedang ngaji dan guru sedang mengajar lalu dilewati sound horeg ini pasti terganggu, belum lagi memicu hal-hal negatif lainnya," tuturnya.

Baca Juga: Kerap Menuai Kontroversi, Sound Horeg Bakal Didaftarkan HAKI Sebagai Hasil Kreativitas Anak Bangsa, Tuai Protes Warganet!

Ma'ruf juga mengibaratkan sound horeg dengan rokok. Beberapa orang yang awalnya tak tertarik, kemudian ikut mencoba menikmati sensasi acara hiburan ini bahkan sampai ada yang kecanduan. 

Meskipun ada segelintir orang yang menikmati acara hiburan ini, namun dampak buruknya lebih besar, baik dari sisi kesehatan, sosial, hingga kerusakan fisik rumah warga akibat getaran suara.

"Melarang sound horeg ini sama seperti melarang orang merokok, ibaratnya kalo sudah enjoy lalu kecanduan. Sudah tau tindakan ini merusak kesehatan tubuhnya, tapi masih tetap dilakukan," ujarnya.

 Baca Juga: Sound Horeg Kembali Bikin Geger! Beredar Video Detik-Detik 2 Warga Bondowoso Tertimpa Sound Setinggi 5 Meter, Begini Kronologi dan Kondisi Korban

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @jawatimurterkini

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X