Menurut Eminingsih, ia tak hanya alami kekerasan saat itu saja namun selama 11 tahun berumah tangga dengan Pelaku ia selalu alami kekerasan rumah tangga.
Sampai akhirnya ia berhasil kabur dari kamar penyekapan pada Sabtu, 28 Juni 2025 tersebut.
Eminingsih mengakui bahwa selama menerima penyiksaan suaminya, ia cenderung tak meronta karena jika ia melakukan hal itu maka akan semakin dipukul.
"Kalau saya meronta maka akan semakin sakit pukulannya," ujar Eminingaih dilansir dari SketsaNusantara.id dikutip dari kanal YouTube Liputan6.
"Jadi bisanya cuma diam, nangis," imbuhnya.
Eminingsih juga mengungkap bahwa ia dirantai oleh suaminya agar ia tak melarikan diri.
Eminingsih juga menjelaskan bahwa motif suaminya hingga memukuli dan merantainya dipicu oleh cekcok.
Cekcok bermula ketika Eminingsih menanyakan biaya masuk sekolah dasar anak kedua mereka.
Hal itu dikonfirmasi oleh Kanit Reskrim Polsek Jenggawah, Jember, Aiptu Ahmad Rinto.
"Suami istri ini cekcok tentang biaya pendaftaran anaknya masuk sekolah," ungkapnya.
"Karena terhimpit ekonomi akhirnya korban dirantai dan disekap dalam kamarnya," imbuhnya.
Menurut Aiptu Ahmad Rinto, saat petistwia penyekapan dan penganiayaan terhadap Eminingsih, kedua anak mereka mengetahui hal itu namun dilarang untuk memberitahukan warga.
Sampai akhirnya, Eminingsih berhasil kabur sendiri dan ditolong warga, petugas Damkar hingga kepolisian.
Atas perbuatannya tersebut, sang suami ternacam hukuman maksimal 5 tahun penjara, sedangkan Eminingsih mengaku trauma dan memilih berpisah lalu membawa anak-anaknya pulang ke rumah orangtuanya di kota lain.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
6 Nelayan Jember Dikabarkan Hilang di Pantai Puger, Diduga Mesin Kapal Bermasalah, Polairud dan Basarnas Lakukan Pencarian
Kronologi Hilangnya 6 Nelayan di Pantai Puger Jember, Polairud hingga Pemilik Kapal Terus Lakukan Pencarian
5 Fakta Kasus Nelayan Hilang di Pantai Puger Jember, Salah Satu Korban Ayah Konten Kreator Isa Kusuma?
44 Hari Badrus Sholeh Hilang Tak Ada Kabar, Orang Tua Siswa SMK Kelautan Puger Jember Nekat Lakukan Pencarian Mandiri, Begini Tanggapan Pihak Sekolah
SPMB SMAN dan SMKN 2025 Berjalan Sukses di Jember-Lumajang, Fokus Akademik Diutamakan, Jalur Pendaftaran Masih Dibuka Awal Juli
Waspada! Jalur Gumitir Jember-Banyuwangi Bakal Libur 2 Bulan, Ini Rute Daruratnya