Dalam video yang diunggah akun Instagram @jember24jam_ tampak kedua orang tua Badrus menaiki perahu dan melakukan pencarian mandiri ke Sumenep, Madura.
"Mohon bantu doanya karena orang tua Badrus sedang berjuang mencari anaknya di tengah lautan," tulis akun Instagram @jember24jam_ dalam postingannya yang diunggah hari Senin, 30 Juni 2025.
Dengan berbekal perahu dan perbekalan seadanya, orang tua melakukan pencarian mandiri di perairan Sumenep, dengan harapan bisa menemukan sang anak yang hilang.
Salah satu warganet di X juga mengabarkan keberadaan orang tua Badrus Sholeh yang berada di Desa Brakas, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep di tengah upaya mereka melakukan pencarian mandiri.
Rencananya, kedua orang tua Badrus Sholeh ingin menyisir semua pulau-pulau kecil yang berada di perairan Sumenep.
Video serta foto yang beredar di medsos menyita perhatian publik dan menuai simpati dari netizen. Tak sedikit warganet yang mempertanyakan tanggung jawab dari pihak sekolah dan kebenaran di balik hilangnya Badrus yang masih simpang siur.
"Yaa Allah melas banget sampe orang tuanya cari sendiri, apa iya pihak sekolah tutup mata atas kejadian ini? masa iya anak ini hilang tapi temen-temennya gak ada yang tahu??" komentar salah seorang netizen.
"Sekolah harus usut tuntas kasus ini, jangan diam aja! Sampe orang tua turun tangan, lha gimana 1 bulan lebih hilang gak ada kabar, curiga ada apa-apa. Insting orang tua apalagi seorang ibu itu kuat banget, mereka cuma ingin titik terang. Semoga diberi kesehatan, perlindungan dan dimudahkan proses pencarian, Amiin..," imbuh netizen lainnya.
Sementara itu, Kepala SMK Perikanan dan Kelautan Puger menyatakan telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian dan perusahaan kapal untuk melakukan pencarian.
Namun, hingga kini belum ada kabar terbaru terkait keberadaan Badrus. Bahkan pihak Sekolah juga melimpahkan kasus ini ke kepolisian karena tak ada kejelasan dari pihak perusahaan tempat Badrus magang.
"Semua anak didik kami yang ikut PKL itu sepenuhnya adalah wilayah tanggung jawabnya perusahaan. Sampai sekarang kami menunggu kabar, bukan berarti SMK Perikanan dan Kelautan Puger tidak peduli sedikit pun, saya juga telah melimpahkan kasus ke kepolisian,” kata Kuncoro di depan para awak media pada hari Senin, 30 Juni 2025.
Pencarian manual yang dilakukan orang tua Badrus merupakan bentuk kekecewaan sekaligus mencari kepastian untuk mengetahui kejelasan apakah anaknya masih hidup atau sudah meninggal.
Artikel Terkait
Update Tragedi Outing Class SMPN 7 Mojokerto, Tim SAR Temukan Siswa yang Hilang Terseret Ombak, Ditemukan di...
5 Hari Hilang, Lansia di Jember Ditemukan Tak Bernyawa di Pinggir Sawah
Hati-Hati Jemaah Haji! Kasus Paspor Hilang Masih Terjadi di Jeddah, Ini Imbauan Penting dari Petugas di Bandara
Dua Pemotor di Jember Tewas Usai Gagal Salip Truk, Kecelakaan Maut Terjadi di Jalur Jember–Lumajang
Jalur Gumitir Bakal Ditutup Total hingga September 2025, Ini Rute Jalan Alternatif yang Bisa Digunakan dari Jember ke Banyuwangi Lewat Pantura
Kronologi Tragis Kecelakaan di Jember, Tewas di Sungai Usai Motor Oleng, Diduga Karena...