Berdasarkan data-data hasil autopsi yang ditemukannya tersebut ia memperkirakan Juliana Marins meninggal dunia sekitar 20 menit setelah mengalami luka benturan keras tersebut.
Dr. Putu Alit menyatakan bahwa kondisi luka korban mendukung perkiraan waktu kematian tersebut, dan tidak ada bukti bahwa korban meninggal dalam jangka waktu lama setelah terjatuh.
Mengenai dugaan bahwa Juliana sempat masih hidup setelah terjatuh (ada video drone dan teriakan minta tolong), dr. Putu Alit enggan berkomentar dan hanya berpegang pada fakta-fakta hasil autopsi.
Autopsi ini dilakukan untuk mengetahui secara pasti penyebab dan waktu kematian Juliana, sesuai permintaan keluarga.
Setelah proses autopsi selesai, jenazah Juliana Marins selanjutnya akan diurus untuk dipulangkan ke negara asalnya, Brasil.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sinil
Artikel Terkait
Belajar dari Kasus Juliana Marins di Gunung Rinjani, Warganet Sarankan Pemerintah Gunakan Drone untuk Misi Penyelamatan di Area Wisata Beresiko Tinggi
Siapa Nama Lengkap Agam Rinjani? Ramai Warganet Brasil Soroti Tour Guide Asal Lombok yang Dianggap Jadi Pahlawan saat Evakuasi Juliana Marins
3 Fakta Basarnas, Tim SAR Indonesia yang Dibully Netizen Brasil dalam Evakuasi Juliana Marins di Rinjani, Terbaik di Asia Pasifik?
Ngeri! Foto Agam Rinjani dan 3 Relawan Tim SAR 'Nginep' di Tebing saat Evakuasi Pendaki Brasil Juliana Marins
From Zero to Hero, Awalnya di Kritik Kini Tim SAR Penyelamatan Juliana Marins Dapatkan Pujian dari Netizen Brasil