Beberapa tradisi, seperti Tapa Bisu, Mubeng Beteng di Keraton Yogyakarta, melibatkan ritual bisu. Ini melambangkan keheningan dan kehati-hatian.
Mitosnya, berkata kasar, menghina, atau mengeluarkan emosi negatif dapat membawa dampak buruk, karena makhluk gaib dipercaya mencari manusia yang bertindak lalai dalam "eling lan waspada" (ingat dan waspada).
3. Tidak Boleh Menggelar Pesta atau Pernikahan
Masyarakat Jawa sangat menghindari mengadakan hajatan besar seperti pesta atau pernikahan pada malam 1 Suro atau di bulan Suro secara keseluruhan.
Baca Juga: Seribu Personel Dikerahkan, Polres Jember pastikan Kegiatan Suro PSHT Kondusif
Kepercayaan ini mengakar pada anggapan bahwa bulan Suro adalah "bulannya para leluhur" atau bulan yang sakral untuk menyepi dan berdoa. Menggelar pesta di waktu ini diyakini dapat mendatangkan malapetaka atau kesialan.
4. Larangan Pindahan atau Membangun Rumah
Memulai pembangunan atau pindah rumah pada malam 1 Suro juga dianggap pamali dan dapat membawa sial. Diyakini bahwa aktivitas besar semacam ini dapat mengganggu energi sakral malam Suro dan mengakibatkan rezeki tidak lancar atau malapetaka bagi penghuni baru.
5. Tidak Boleh Berkonflik atau Bertengkar
Malam 1 Suro juga dianggap sebagai waktu yang harus diisi dengan ketenangan dan kedamaian. Berkonflik atau bertengkar diyakini dapat mengundang energi negatif.
6. Jamasan Pusaka
Meskipun bukan larangan, tradisi Jamasan Pusaka (membersihkan benda-benda pusaka keraton seperti keris, tombak, kereta kencana) yang dilakukan pada malam ini menunjukkan kesakralannya. Ini dipercaya sebagai cara untuk membersihkan energi negatif dan menghormati warisan leluhur.
7. Hubungan dengan Energi Mistis dan Roh Leluhur
Secara umum, Malam 1 Suro diyakini sebagai malam yang penuh energi mistis. Ada kepercayaan bahwa arwah leluhur turun ke dunia untuk memberikan berkah atau perlindungan, sehingga masyarakat melakukan berbagai ritual, doa, atau ziarah kubur sebagai bentuk penghormatan dan permohonan keselamatan.
Itulah beberapa mitos dan pantangan yang merupakan bagian dari kepercayaan dan warisan budaya Jawa, yang telah dilestarikan turun-temurun.
Artikel Terkait
6 Fakta Pernikahan Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid 26 Juli 2024: Akad Bulan Suro hingga Jokowi-Bamsoet jadi Saksi
Apa Makna Suro Diro Jayaningrat Lebur Dening Pangastuti? Salah Satu Petuah dari Sunan Kalijaga yang Penuh Filosofis dan Penuh Makna
Keindahan Wisata Alam di Balik Jujugan Malam Satu Suro! Lokasi Pantai Sine, Tempat Tersyahdu di Tulungagung untuk Liburan Tahun Baru 2025
Mencicipi Gurihnya Bubur Suro, Takjil Bulan Puasa yang Hanya Ada di Tuban, Kuliner Warisan Sunan Bonang
Kisah Desa di Atas Awan dan Makam Keramat di Lereng Pegunungan Wilis, Ada Ritual Ziarah Bulan Suro yang Menarik Ribuan Peziarah ke Ngliman