Minggu, 19 Juli 2026

Bertepatan dengan 1 Muharram, Inilah Mitos dan Pantangan Malam 1 Suro Dalam Masyarakat Jawa

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Kamis, 26 Juni 2025 | 21:01 WIB
Tradisi mubeng Beteng Kraton Yogyakarta pada malam 1 Suro  (X @Kompas.com)
Tradisi mubeng Beteng Kraton Yogyakarta pada malam 1 Suro (X @Kompas.com)

Beberapa tradisi, seperti Tapa Bisu, Mubeng Beteng di Keraton Yogyakarta, melibatkan ritual bisu. Ini melambangkan keheningan dan kehati-hatian.

Mitosnya, berkata kasar, menghina, atau mengeluarkan emosi negatif dapat membawa dampak buruk, karena makhluk gaib dipercaya mencari manusia yang bertindak lalai dalam "eling lan waspada" (ingat dan waspada).

3. Tidak Boleh Menggelar Pesta atau Pernikahan

Masyarakat Jawa sangat menghindari mengadakan hajatan besar seperti pesta atau pernikahan pada malam 1 Suro atau di bulan Suro secara keseluruhan.

Baca Juga: Seribu Personel Dikerahkan, Polres Jember pastikan Kegiatan Suro PSHT Kondusif

Kepercayaan ini mengakar pada anggapan bahwa bulan Suro adalah "bulannya para leluhur" atau bulan yang sakral untuk menyepi dan berdoa. Menggelar pesta di waktu ini diyakini dapat mendatangkan malapetaka atau kesialan.

4. Larangan Pindahan atau Membangun Rumah

Memulai pembangunan atau pindah rumah pada malam 1 Suro juga dianggap pamali dan dapat membawa sial. Diyakini bahwa aktivitas besar semacam ini dapat mengganggu energi sakral malam Suro dan mengakibatkan rezeki tidak lancar atau malapetaka bagi penghuni baru.

5. Tidak Boleh Berkonflik atau Bertengkar

Malam 1 Suro juga dianggap sebagai waktu yang harus diisi dengan ketenangan dan kedamaian. Berkonflik atau bertengkar diyakini dapat mengundang energi negatif.

6. Jamasan Pusaka

Meskipun bukan larangan, tradisi Jamasan Pusaka (membersihkan benda-benda pusaka keraton seperti keris, tombak, kereta kencana) yang dilakukan pada malam ini menunjukkan kesakralannya. Ini dipercaya sebagai cara untuk membersihkan energi negatif dan menghormati warisan leluhur.

7. Hubungan dengan Energi Mistis dan Roh Leluhur

Secara umum, Malam 1 Suro diyakini sebagai malam yang penuh energi mistis. Ada kepercayaan bahwa arwah leluhur turun ke dunia untuk memberikan berkah atau perlindungan, sehingga masyarakat melakukan berbagai ritual, doa, atau ziarah kubur sebagai bentuk penghormatan dan permohonan keselamatan.

Itulah beberapa mitos dan pantangan yang merupakan bagian dari kepercayaan dan warisan budaya Jawa, yang telah dilestarikan turun-temurun.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: YouTube KOMPASTV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X