SketsaNusantara.id - Sebagai langkah pengamanan terhadap WNI di Iran, pemerintah Indonesia telah melakukan evakuasi dan inilah kesaksian salah satu WNI yang berprofesi sebagai mahasiswa.
Langkah evakuasi ini sendiri disebut pemerintah sebagai langkah proaktif dan standar pemerintah yang dilakukan dalam situasi ketika keselamatan warga negara terancam akibat konflik atau krisis di suatu negara.
Dalam kasus evakuasi dari Iran, pemerintah menegaskan bahwa pemicu utamanya adalah eskalasi ketegangan antara Iran dan Israel yang semakin meningkat.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV, pada evakuasi pertama, ada 97 WNI dari Teheran dan 11 diantaranya telah sampai di Indonesia pada selasa malam 24 Juni 2025.
Sementara itu ada 68 WNI yang menunggu pemulangan dari Iran ke tanah air dan 3 penerbangan dijadwalkan akan tiba dari Iran hingga hari ini, Kamis 26 Juni 2025.
Salah satu WNI yang menjadi mahasiswa di Iran, Ali Murtado (20 tahun) dan kini sudah berhasil di evakuasi ke Indonesia menceritakan bagaimana suasana mencekam yang dialaminya saat di Iran.
"Mencekam karena ada serangan dari Israel beberapa saat dan berhenti beberapa saat lalu berlanjut tapi tidak ada yang masuk (tidak berhasil)," ujar Ali Murtado berikan kesaksian.
Ali Murtado mengaku merasakan langsung bagaimana suasana di ibu kota Teheran berubah menjadi mencekam.
Ia menyaksikan sendiri serangan-serangan yang dilancarkan oleh Israel berulang kali dan situasi ini membuat banyak penduduk Teheran memilih untuk meninggalkan kota demi mencari perlindungan di tempat yang lebih aman.
Ali menceritakan bahwa saat itu ia berada di kota Qom, dan mendapatkan informasi mengenai rencana evakuasi melalui grup percakapan komunitas WNI di Iran.
Informasi ini menjadi penyelamat baginya dan WNI lainnya yang ingin kembali ke Indonesia dan tanpa ragu, Ali segera bergabung dengan rombongan yang akan dievakuasi.
Artikel Terkait
5 Fakta Penundaan Kepulangan Haji 2025 akibat Konflik Iran-Israel
3 Fakta Basarnas, Tim SAR Indonesia yang Dibully Netizen Brasil dalam Evakuasi Juliana Marins di Rinjani, Terbaik di Asia Pasifik?
Promedia Gelar Mediapreneur Talks di Banten, Ungkap Jurus Bertahan Media Lokal di Tengah Tekanan Digital
IFG Bicara ESG dan Masa Depan Ekonomi Indonesia, Ini Sorotan dari Konferensi Nasional Akuntan Manajemen IAMI di Jakarta
Ramai Museum Koruptor di UGM, Netizen Nyinyir: Lebih Mirip Print Booth, Kok Banyak yang Belum Ditampilkan?
Ngeri! Foto Agam Rinjani dan 3 Relawan Tim SAR 'Nginep' di Tebing saat Evakuasi Pendaki Brasil Juliana Marins