Ketika upaya penyelamatan Juliana tak berhasil, justru gadis 27 thaun itu dievakuasi dalam keadaan sudah tak bernyawa maka kekecewaan publik Brasil semakin memuncak dan mengarah pada tudingan ke pemerintah Indonesia.
Sementara itu pemerintah Indonesia, melalui Badan Nasional Pencarian dan Penyelamatan (Basarnas) dan pemerintah daerah NTB, telah menyatakan bahwa mereka telah melakukan upaya maksimal dalam evakuasi Juliana Marins.
Kendala utama yang dihadapi adalah kondisi medan yang ekstrem, cuaca yang tidak menentu (kabut tebal), serta lokasi jatuhnya korban yang sangat sulit dijangkau.
Sehingga pengerahan helikopter pun tidak bisa serta-merta dilakukan karena faktor keamanan penerbangan dan visibilitas di area pegunungan yang tinggi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Jatuh ke Jurang Sedalam 500 Meter di Gunung Rinjani, Pencarian Remaja Berusia 16 Tahun Ini Terus Dilakukan
Pendaki Asal Brasil Juliana Marins Terjatuh di Jurang Gunung Rinjani, Terjebak di Kedalaman 500 Meter Proses Evakuasi Terkendala Medan Ekstrem
Kisah Tragis Pendaki Brasil Juliana Marins di Rinjani, Evakuasi Terkendala Medan dan Dapat Perhatian Dunia hingga Gubernur NTB Kerahkan 3 Helikopter
Tom Lembong Sumringah Disambangi Bestie, Ekspresi Anies Baswedan di Sela Persidangan Ramai Jadi Sorotan, Mantan Gubernur Jakarta Sampaikan Harapan Ini
Damkar Amankan Monyet Liar di Jember yang Serang Rumah Kos, Masih Ada 3 Berkeliaran