"1 orang rescuer Basarnas bernama Hafif Khasadi berhasil menjangkau korban pada kedalaman 600 meter, dipastikan korban dalam keadaan meninggal dunia" tegas Marsekal Madya Mohammad Syafii, selaku Kepala Basarnas.
"Selanjutnya pada korban dilakukan wrabbing survivor dikarenakan cuaca yang tidak memungkinkan dengan jarak pandang yang sangat terbatas maka diputuskan evakuasi korban akan dilanjutkan pada hari Rabu, 25 Juni 2025," lanjutnya dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV.
Proses evakuasi jenazah dari lokasi yang sangat sulit dijangkau tersebut membuat tim evakuasi tak bisa langsung melakukan evakuasi.
Sehingga evakuasi dilanjutkan pada hari Rabu pagi, 26 Juni 2025 dengan menggunakan metode lifting atau diangkat keatas menggunakan alat-alat pendakian gunung.
Selanjutnya evakuasi akan dilanjutkan menggunakan helikopter dari posko Sembalun menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Nusa Tenggara Barat.
Sebagai langkah pengamanan, jalur pendakian menuju puncak Rinjani juga ditutup sementara selama operasi evakuasi berlangsung.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Warung Ikonik di Puncak Lawu Kini Tak Lagi Sama, Mbok Yem Telah Tiada, Ini Warisan Hangatnya untuk Para Pendaki
Belajar dari Kasus Hilangnya Pendaki di Gunung Saeng, Ini 8 Persiapan Utama yang Tak Boleh Diabaikan Pendaki Pemula
Wartawan Dilarang Meliput Proses Evakuasi Baim Pendaki yang Terjatuh di Gunung Saeng Bondowoso, Oknum Polisi Tunjukan Sikap Arogan
Oknum Polisi Bondowoso Arogan saat Proses Evakuasi Pendaki Tewas di Gunung Saeng, IJTI Tapal Kuda Kirimkan Somasi
Waspada Gunung Raung Erupsi, Jalur Pendakian via Kalibaru Banyuwangi Ditutup Sementara, Bagaimana Nasib Pendaki yang Sudah Terlanjur Naik?