Kamis, 4 Juni 2026

4 Fakta TN Tesso Nilo di Riau, Kawasan Konservasi Gajah yang Tergerus Sawit, Ternyata Habitat Potensial Harimau Sumatera!

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 21 Juni 2025 | 16:30 WIB
Penampakan TN Tesso Nilo dari atas (Instagram @btn_tessonilo)
Penampakan TN Tesso Nilo dari atas (Instagram @btn_tessonilo)

Baca Juga: Menjelajahi Keindahan Wakatobi sebagai Taman Nasional Laut yang Kaya Akan Spesies Ikan dan Terumbu Karang

2. Tipe Ekosistem

Hutan Tesso Nilo termasuk ke dalam jenis hutan hujan tropika dataran rendah atau dalam bahasa latin yakni lowland tropical rain forest.

Tesso Nilo menjadi hutan tropika dataran rendah yang tersisa di Pulau Sumatera, sekaligus menjadi perwakilan ekosistem transis dataran tinggi dan rendah.

3. Potensi Alam

Berdasarkan hasil penelitian Andi Gilison dari Center for Biodiversity Management (2001), terdapat 218 jenis tumbuhan berpembuluh atau vascular di Tesso Nilo dalam petakan 200 meter per segi.

Jumlah ini membuat TN Tesso Nilo sebagai kawasan hutan dataran rendah dengan tingkat keanegaragaman tumbuhan tertinggi di dunia.

Baca Juga: 20 Ribu Hektar Hutan Mentawai Terancam Rusak Akibat Izin PBPH, Netizen: Orang Padang Harus Menolak Keras!

Sementara itu, berdasarkan penelitian LIPI tahun 2003, kawasan Tesso Nilo juga menjadi habitat bagi 114 jenis burung, 3 jenis primata, 50 jenis ikan, 15 jenis reptil hingga 82 jenis tumbuhan obat-obatan.

Tesso Nilo juga menjadi habitat terakhir bagi 200 ekor Gajah Sumatera.

Tak hanya itu, kawasan ini juga menjadi habitat potensial bagi Harimau Sumatera yang terancam punah.

4. Ancaman Utama Terhadap TN Tesso Nilo

Berdasarkan laman TFCA Sumatera, ancama paling nyata yang saat ini dihadapi hutan TN Tesso Nilo yakni pembalakan liar dan penjarahan lahan.

Mirisnya, pembalakan liar yang dipicu kondisi ekonomi masyarakat sekitar ini terjadi hampir di seluruh wilayah hutan.

Ancaman perambahan hutan juga membayang-bayangi TN Tesso Nilo. Lahan dalam hutan diubah menjadi ladang, pemukiman hingga perkebunan sawit ilegal.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: WWF, TFCA Sumatera

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X