Sementara itu, Rusia secara historis telah memainkan peran sebagai penyeimbang kekuatan di Timur Tengah selama beberapa dekade terakhir.
Mereka mencoba menavigasi hubungannya dengan Israel dan mengembangkan hubungan ekonomi dan militer yang kuat dengan Iran sehingga hal itu disinyalir menjadikan Moskow sebagai perantara mengakhiri konfrontasi Iran-Israel.
Para pengamat menilai bahwa sikap Putin ini mencerminkan kehati-hatian Rusia dalam menjaga keseimbangan diplomatik dan strategisnya sehingga pada akhirnya, bisa jadi Rusia berpotensi menjadi penengah perang 2 negara tersebut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Zionis Israel Bombardir Iran, Tapi Gaza Terus Menjadi Ladang Kematian: Lebih dari 274 Tewas, Ribuan Luka-Luka
Dedengkot Zionis Israel Akhirnya Keluar dari Bungker Persembunyian, Netanyahu Kunjungi Kota Rusak dan Ancam Iran di Depan Publik
Ancaman Radiasi Nuklir dan Korban Massal: Konflik Iran-Zionis Israel Masuki Titik Paling Gawat
Berapa Jumlah WNI di Iran dan Israel? Ini Kondisi Mereka saat Serangan Zionis dan Bandara Tel Aviv Ditutup
386 WNI Terjebak di Iran saat Serangan Teroris Zionis Israel Meningkat, Pemerintah RI Siapkan Rencana Evakuasi Diam-Diam