Ironisnya, acara ini awalnya dibungkus dalam agenda promosi pariwisata daerah. Tapi ketika sampai di Pendopo, hiburan yang disajikan dianggap mencoreng citra pemerintahan.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa ruang pemerintahan bukan hanya soal administrasi, tapi juga simbol etika publik.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Liburan Asyik Cuma 15 KM Setelah Pusat Kota Pati, Surga Alam Tersembunyi Bisa Jadi Pelarian Sempurna dari Kebisingan
Unik! Beda dari Palembang Apalagi Bangka, Inilah Empek-Empek Khas Pati yang Punya Cita Rasa Tersendiri dan Murah Meriah
Liburan ke Jepang Tanpa Paspor? Wisata di Pati Hadirkan Sakura, Kimono, dan Sentuhan Kejawen yang Memikat
Sajian Legendaris Pati dari Hutan Kemiri Warisan Para Petani saat Istirahat di Sawah, Konon Diolah karena Rakyat Jelata Tak Mampu Beli Daging
Sarapan di Pati? Coba Menu Perpaduan Nangka Muda, Santan, dan Tempe Goreng yang Bikin Rindu Kampung dan Ketagihan