Kamis, 4 Juni 2026

Enggan Meminta Maaf Atas Penyataannya yang Meragukan Kasus Pemerkosaan Massal pada Kerusuhan Mei 1998, Fadli Zon Persilahkan Masyarakat Beda Pendapat

Photo Author
Qorry 'Aina Damayanti, Sketsa Nusantara
- Selasa, 17 Juni 2025 | 18:00 WIB
Fadli Zon, Menteri Kebudayaan periode 2025-2030. (instagram/fadlizon)
Fadli Zon, Menteri Kebudayaan periode 2025-2030. (instagram/fadlizon)

“Saya tentu mengutuk dan mengecam keras berbagai bentuk perundungan dan kekerasan seksual pada perempuan yang terjadi pada masa lalu dan bahkan masih terjadi hingga kini,”

Baca Juga: Fadli Zon dan Pemerkosaan Massal 1998: Menyangkal Fakta untuk Wajah Baru Sejarah Indonesia

“Apa yang saya sampaikan tidak menegasikan berbagai kerugian atau pun menihilkan penderitaan korban yang terjadi dalam konteks huru-hara 13-14 Mei 1998,” ujarnya.

Pernyataannya mengenai kasus kekerasan seksual massal pada kerusuhan Mei 1998 yang disampaikannya pada publik ini menyoroti secara spesifik perlunya ketelitian dan kerangka kehati-hatian akademik dalam penggunaan istilah 'perkosaan massal', yang dapat memiliki implikasi serius terhadap karakter kolektif bangsa dan membutuhkan verifikasi berbasis fakta yang kuat.

“Penting untuk senantiasa berpegang pada bukti yang teruji secara hukum dan akademik, sebagaimana lazim dalam praktik historiografi,"

Baca Juga: Klarifikasi Fadli Zon soal Pemerkosaan Massal 1998 Masih Tuai Kecaman, Warganet Desak Tanggung Jawab Moral

"Apalagi menyangkut angka dan istilah yang masih problematik,” tandasnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Youtube Kompas TV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X