Selain itu, penyusunan SOP, peta proses bisnis, serta standar mutu juga dianggap bagian penting dalam menentukan keberhasilan layanan.
Abu Rokhmad menekankan pentingnya kerja sama antar unit dan direktorat di lingkungan Ditjen Bimas Islam untuk menjalankan fungsi KUA agar tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Tidak ada lagi program yang jalan sendiri-sendiri. Semua fungsi Bimas Islam harus terhubung di KUA,” ucap Abu Rokhmad.
Dia juga menjelaskan mengenai tiga strategis penguatan layanan KUA yang meliputi merinci semua jenis layanan yang tersedia, menentukan indikator kuantitatif, serta menyajikan data perubahan kondisi masyarakat sebagai bukti dari dampak layanan.
Dalam hal ini, Kementerian Agama mendorong pengelolaan anggaran dan sumber daya secara terpadu untuk memperoleh manfaat.
Ia menambahkan bahwa penguatan KUA merupakan bagian dari strategi moderasi dalam beragama.
KUA ditempatkan sebagai pusat penting yang membantu menjaga hubungan hidup antar warga di lingkungan masyarakat.
Lebih lanjut, layanan keagamaan yang diberikan KUA punya peran nyata dalam membantu kehidupan masyarakat, bukan hanya sekedar dalam kegiatan formal.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Apa Mahar Ayus Kepada Nissa Sabyan? Ini Pengakuan Kepala KUA Pondok Gede
Bikin Geger! Pria Asal Lamongan Nikahi Kekasih Hanya di KUA Tapi Mahar Istimewa, Rp 1 M kurang Satu Rupiah
Tanggal Pernikahan Bocor! Luna Maya dengan Maxime Bouttier Siap Ikat Janji Suci Usai Lamaran, Begini Tanggapan Pihak KUA Wilayah Mampang: Belum...
KUA Mampang Akui Maxime Bouttier dengan Luna Maya Sudah Daftar Permohonan Rekomendasi Pernikahan, Benarkah Acara Sakral Keduanya Diadakan di Bali?
Resmi! Sudah Daftar Secara Negara, Luna Maya dengan Maxime Bouttier Siap Gelar Pernikahan, Pihak KUA Mampang Klarifikasi Soal Waktu Ikrar Suci