Sementara itu, isi lain dari klarifikasi tersebut adalah menegaskan kembali pernyataannya bahwa ada perdebatan selama lebih dari dua dekade terkait terminologi pemerkosaan massal.
"Berbagai tindak kejahatan terjadi di tengah kerusuhan 13-14 Mei 1998, termasuk kekerasan seksual. Namun, terkait 'pemerkosaan massal' perlu kehati-hatian karena data peristiwa itu tak pernah konklusif", ujarnya.
Dengan demikian, oleh karena perdebatan yang dirasa belum mencapai titik terang, maka diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dan empatik mengingat peristiwa tersebut sangat lah sensitif dibahas. ***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Profil Fadli Zon, Politikus Partai Gerindra Ditunjuk Menjadi Menteri Kebudayaan RI di Kabinet Merah Putih
Raih Penghargaan Sutradara Terbaik, Garin Nugroho Takut Disebut Politik Dinasti di Depan Fadli Zon, Sindir Siapa?
Fadli Zon Sebut Pemerkosaan Massal 1998 Tak Terbukti, Kritik Tajam Mengarah pada Proyek Sejarah Baru Pemerintah
Fadli Zon Sebut Kasus Pemerkosaan Massal Pada Kerusuhan Mei 98 Hanya Rumor Tanpa Data, Melanie Subono: Demi Nulis Sejarah Baru!
Bantah Pernyataan Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Template ‘Pemerkosaan Massal 1998 Adalah Fakta’ Bergema di Instagram
Fadli Zon Aktifkan Kolom Komentar di Instagram, Netizen Serbu IG Menteri Kebudayaan: Dulu Aktivis Sekarang Penjahat