"Maka dengan melihat kondisi ini jalur pendakian Gunung Raung via Kalibaru dinyatakan TUTUP per tanggal 15 Juni 2025 hingga batas waktu yang tidak bisa ditentukan," sambungnya.
Sekretariat Mt. Raung 3344 MDPL menghimbau masyarakat untuk tidak mengunjungi atau mendekati pusat erupsi di kawah puncak (radius 3 km) dan menuruni kaldera serta bermalam di sekitar kawasan kawah Gunung Raung.
Baca Juga: Tak Cukup Informasi Status Gunung Raung, Pendaki Gunung Asal Sidoarjo Ini Sempat Terjebak Erupsi
Pengumuman ini sempat disayangkan banyak pihak, terutama bagi masyarakat yang sudah terlanjur memesan tiket atau jasa trip mendaki Gunung Raung.
Lantas, bagaimana dengan nasib para pendaki yang sudah terlanjur naik? Pihak Sekretariat Pendakian Gunung Raung menjelaskan bahwa para pendaki dipastikan sudah turun.
Salah satu petugas mengonfirmasi ada 10 pendaki yang sudah terlanjur naik, namun kini sudah tidak ada yang bermalam di sekitar puncak Gunung Raung.
Pihaknya menghimbau wisatawan atau pendaki atau wisatawan yang sudah terlanjur berangkat menuju Base Camp untuk berkoordinasi dengan jasa trip untuk segera kembali ke daerah aman demi menjaga keselamatan bersama.
"Semua pengunjung atau wisatawan yang terlanjur berangkat menuju Base Camp bisa stay atau kembali ke rumah masing-masing demi keselamatan," tuturnya.
"Bagi yang sudah memesan tiket dan jasa transportasi, bisa berkoordinasi dengan penyedia jasa trip dan bisa mencari alternatif wisata lain yang berada di Banyuwangi," pungkasnya.
Erupsi Gunung Raung ini juga ikut berdampak di sejumlah wilayah. Sejumlah desa yang berada di 3 kecamatan di Kabupaten Jember hingga perbatasan Banyuwangi, Jawa Timur ikut diguyur hujan abu vulkanik sejak hari Kamis, 12 Juni 2025.
Meski begitu, BPBD Jember memastikan kondisi aman terkendali. Masyarakat diharapkan untuk tidak panik dan mengikuti himbauan dari pemerintah setempat.
Pihaknya juga melakukan sosialisasi serta menghimbau warga mengenakan masker terutama bagi wilayah yang ikut terdampak hujan abu vulkanik Gunung Raung mengingat erupsi masih bisa terjadi sewaktu-waktu.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Tersesat Selama 2 Hari di Gunung Slamet, Gadis Pendaki Gunung Ini Selamat Karena Ikuti Petunjuk Hewan Ini
Wisata Petualangan di Jember, Punya Jalur Pendakian Terpanjang dan Terpencil di Pulau Jawa
Pendaki Harus Tahu! 6 Cara Mengatasi Hipotermia saat di Gunung, Pertolongan Pertama yang Wajib Dilakukan
Mbok Yem Wafat, Inilah Sederet Fakta Menarik Pemilik Warung Tertinggi di Indonesia, Tinggalkan Kenangan Tak Terlupakan bagi Para Pendaki Gunung Lawu
Belajar dari Kasus Hilangnya Pendaki di Gunung Saeng, Ini 8 Persiapan Utama yang Tak Boleh Diabaikan Pendaki Pemula
Pemkab Jember Rencanakan Buka Jalur Pendakian Gunung Argopuro, Kadispar: Ini Potensi Wisata yang Sangat Besar