Khofifah juga menerangkan bahwa pihaknya sering menemukan kasus karyawan anak dan eksploitasi di berbagai bidang.
Di antara mereka milik kekuatan sulit dari sektor perikanan, industri rumah, pekerja rumahan, anak -anak jalanan, ESKA (eksploitasi seksual komersial anak-anak), dan pekerja bangunan.
Menyaksikan kejadian serupa dia mengaku sedih. Anak-anak seharusnya bersekolah, tetapi dipaksa untuk bekerja secara kasar.
"Itu sebabnya kami mencoba memaksimalkan upaya kami untuk menghilangkan pekerja anak dan kekerasan terhadap anak -anak," katanya.
Sekali lagi, ia mengundang semua pemangku kepentingan, pemimpin masyarakat dan masyarakat umum untuk mendukung upaya untuk menghilangkan pekerja anak.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Berangkatkan 36 Ribu Lebih Jemaah Haji, Gubernur Khofifah Imbau Warga Jatim Jaga Kesehatan di Tengah Suhu Panas Ekstrem Arab Saudi
Gubernur Khofifah Berikan 1000 Bantuan Sepatu Kepada Siswa SD dan SMP dalam Serangkaian Peringatan Hardiknas
Khofifah Indar Parawansa Pastikan 100 Persen Warga Jatim Tak Buang Air Besar Sembarangan
Diresmikan Gubernur Khofifah, SPAM Singosari Jadi Solusi Bertahun-tahun Krisis Air di Klampok
Khofifah Salurkan Bantuan Sosial pada Warga Ponorogo, Pemrov Jatim Gelontorkan Anggaran 160 Miliar Rupiah