Kamis, 4 Juni 2026

Peringati Hari Dunia Menentang Pekerja Anak, Gubernur Khofifah Ajak Masyarakat Hentikan Eksploitasi dan Kembalikan Anak ke Sekolah

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Kamis, 12 Juni 2025 | 23:08 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mendesak seluruh pihak untuk menghentikan berbagai tindakan eksploitasi anak. (Humas Pemprov Jatim)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mendesak seluruh pihak untuk menghentikan berbagai tindakan eksploitasi anak. (Humas Pemprov Jatim)

SketsaNusantara.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa saat ini Indonesia dan Jawa Timur dalam kondisi gawat Pekerja Anak.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pekerja anak dalam rentang usia 10 - 17 tahun pada 2023 secara nasional mencapai 2,39 persen secara nasional. Sementara di Jawa Timur, jumlah pekerja anak usia 10 - 17 tahun mencapai 1,56 persen.

Oleh karena itu, bertepatan dengan peringatan Hari Dunia Menentang Pekerja Anak, Gubernur Jatim Khofifah mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk berhenti mempekerjakan anak.

Baca Juga: Pemrov Jatim Tambah Anggaran Rp 43,19 Miliar, Jaring 24.138 Penerima Bansos Baru

Dengan tegas, pihaknya juga menentang segala bentuk eksploitasi terhadap anak. Terutama mempekerjakan anak di bawah umur.

Menurut Khofifah, hak-hak pada anak hingga usia 17 tahun adalah mendapatkan Pendidikan dan kehidupan yang layak. Namun, mereka perlu bantuan kita sebagai orang-orang dewasa.

Baca Juga: Jatim Jadi Provinsi dengan Bank Sampah Terbanyak, Khofifah Ingin Wujudkan Hari Raya Idul Adha tanpa Sampah Plastik

"Kami dapat mengamankan karyawan di sektor formal secara teratur. Namun, di sektor usaha yang skalanya tergolong menengah ke bawah menjadi tantangan tersendiri," jelasnya.

Menurut Khofifah, usaha yang dimaksud yang cukup besar dan banyak yang tidak tercatat.

Untuk itu, Gubernur Khofifah menegaskan akan memaksimalkan upaya untuk menghapus pekerja anak di Jatim.

"Anak-anak apalagi yang masih di usia SD dan SMP, mereka masih waktunya bermain, belajar dan berkembang. Tentu situasi ini harus jadi atensi bukan hanya pemerintah, tapi seluruh pihak dan utamanya masyarakat," terangnya.

Gubernur Khofifah menegaskan, pemerintah dari tingkat pusat hingga tingkat daerah terus berupaya melakukan penghapusan pekerja anak. Tentunya, dengan berkolaborasi bersama berbagai pihak.

Baca Juga: Prabowo Subianto Kirim 39 Sapi Peranakan Ongole untuk Dikurbankan di Jawa Timur, Khofifah Sebut Stok Ternak di Jatim Aman

Adapun langkah yang dilakukan antara lain melakukan upaya pencegahan, penarikan jika terdapat adanya perkerja anak, mengembalikan mereka ke bangku sekolah atau afirmasi pendidikan apabila ternyata putus sekolah, penguatan ekonomi keluarga yang salah satunya dapat dilakukan dengan upaya pemberdayaan perempuan.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X