SketsaNusantara.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menambah alokasi anggaran terkait dengan bantuan sosial (bansos) pada perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2025. Yakni, mencapai Rp 43,19 Miliar.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebutkan bahwa tambahan alokasi itu digunakan untuk memperluas sasaran lima program bansos strategis yang ditangani oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.
Perluasan program bansos tersebut merujuk pada Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), Program Keluarga Harapan (PKH) Plus untuk lansia, Program Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (KE), Program Kewirausahaan Inklusif Produktif Perempuan Tangguh Mandiri Jawa Timur Sejahtera (KIP Putri Jawara), hingga menambah bantuan alat bantu mobilitas bagi penyandang disabilitas.
Baca Juga: Bangun Spillway di Kencong Jember, Pemprov Jatim Gelontorkan Anggaran Sebesar 15,6 Miliar
"Sebelumnya, ASPD hanya menyasar sebanyak 4 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) di 38 kabupaten/kota, kini diperluas menjadi 5 ribu penerima melalui tambahan seribu KPM di 26 kabupaten/kota dengan anggaran Rp 1,8 miliar," papar Khofifah.
Khofifah menambahkan bahwa setiap penerima perluasan memperoleh bantuan senilai Rp 1,8 juta. Bantuan tersebut dicairkan dalam dua tahap, yakni sejumlah Rp 900 ribu sekali cair.
Sementara untuk PKH Plus untuk lansia, ada tambahan sebanyak Rp 15 Miliar. Semula penerima hanya sebanyak 50 ribu lansia dengan total anggaran sejumlah Rp 100 Miliar. Kini bertambah menjadi 10 ribu lansia di 10 kabupaten/kota.
Baca Juga: Istimewa! Dengan Persiapan yang Matang, Tim Catur UNEJ Sabet Medali Emas di Pomprov Jatim 2025
Dengan total menjadi 60 ribu lansia penerima dan total anggaran sebesar Rp 115 miliar, setiap lansia menerima bantuan senilai Rp 1,5 juta dan diberikan dalam tiga tahap.
Untuk program penghapusan kemiskinan ekstrem, lanjutnya, tercatat ada sebanyak 10 ribu tambahan KPM dengan anggaran Rp 15 miliar pada 14 kabupaten/kota.
"Setiap penerima bantuan modal usaha mendapatkan bantuan senilai Rp 1,5 juta," ungkapnya.
Sebelumnya hanya menjangkau sebanyak 23 ribu KPM dengan anggaran sebesar Rp 34,5 miliar, kini menjadi 33 ribu KPM dengan anggaran sejumlah Rp 49,5 miliar.
Lalu, untuk program kewirausahaan inklusif produktif perempuan tangguh mandiri Jawa Timur sejahtera (KIP Putri Jawara) juga diperluas.
Artikel Terkait
Bersama Bupati Muhammad Fawait, Gubernur Jatim Resmikan Jalan Beton di Puger Jember
Tinjau Lokasi, Gubernur Jatim Khofifah Pastikan Pembangunan Jalan Strategis Rambipuji-Puger Rampung Oktober
Jatim Catatkan Prevalensi Stunting Terendah Kedua Secara Nasional dan Terendah Pertama di Pulau Jawa
Pemprov Jatim Sediakan Beasiswa Sebanyak 72.841 untuk Pelajar SMA/SMK Swasta di Jawa Timur
3 Lokasi Sholat Idul Adha 2025 di Surabaya, Lengkap dengan Alamat dan Nama Khatib, Ada Masjid Langganan Gubernur Jatim!
Prabowo Subianto Kirim 39 Sapi Peranakan Ongole untuk Dikurbankan di Jawa Timur, Khofifah Sebut Stok Ternak di Jatim Aman