Kamis, 4 Juni 2026

BRI Cetak Rp89,9 Triliun dari Green Financing, Ini Strategi Besar Mereka Menuju Perbankan Berbasis ESG dan Ekonomi Hijau

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 12 Juni 2025 | 09:47 WIB
Green Financing BRI. (Dok. BRI)
Green Financing BRI. (Dok. BRI)

SketsaNusantara.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat pencapaian signifikan dalam pembiayaan hijau (green financing) hingga akhir Triwulan I 2025.

Dengan nilai mencapai Rp89,9 triliun, BRI memperkuat posisinya sebagai pelopor dalam mendukung transisi menuju ekonomi hijau dan penerapan prinsip keuangan berkelanjutan di sektor perbankan nasional.

Pertumbuhan pembiayaan ini meningkat 8,18% secara tahunan (year-on-year), menandakan tren positif seiring dengan semakin menguatnya kesadaran industri perbankan terhadap pentingnya transformasi hijau.

Baca Juga: Fokus pada Nasabah High Net Worth, BRI Hadirkan Sentra Layanan Prioritas di Cirebon sebagai Pusat Wealth Management Terintegrasi

Portofolio hijau BRI meliputi sejumlah sektor strategis yang berkontribusi terhadap keberlanjutan. Di antaranya, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan senilai Rp61,16 triliun, produk ramah lingkungan sebesar Rp7,80 triliun, energi terbarukan Rp6,47 triliun, serta transportasi hijau senilai Rp3,55 triliun.

Selain itu, pembiayaan juga mengalir ke proyek bangunan hijau dan inisiatif lingkungan lainnya.

Hingga Maret 2025, BRI mencatat portofolio pembiayaan dan investasi berkelanjutan mencapai total Rp796 triliun, terbesar di Indonesia. Angka tersebut mencakup pembiayaan hijau, pembiayaan UMKM, serta investasi pada surat utang berbasis prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance), dan mewakili 64,16% dari keseluruhan portofolio pembiayaan dan corporate bonds BRI.

Baca Juga: Berkat Bantuan BRI, KWT Sari Amerta Giri Buktikan Perempuan Bisa Majukan Desa Lewat Inovasi Kopi

Direktur Human Capital & Compliance BRI, A. Solichin Lutfiyanto menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar tren, melainkan strategi inti bank dalam menghadapi tantangan masa depan.

“Keuangan berkelanjutan penting untuk menjembatani kesenjangan dukungan keuangan bagi inisiatif-inisiatif keberlanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Solichin menyampaikan bahwa BRI memegang peran penting dalam mendanai debitur yang ingin beralih ke praktik rendah karbon, sekaligus membantu pemerintah memperluas solusi pembiayaan hijau.

Baca Juga: Program Desa BRILiaN Resmi Dimulai, BRI Gandeng Ribuan Desa untuk Ciptakan Wisata Unggulan Berbasis Kearifan Lokal

Di sisi internal, BRI pun terus memperkuat tata kelola berkelanjutan sebagai respon terhadap tuntutan global atas praktik perbankan yang lebih bertanggung jawab.

Tak hanya dari sisi pembiayaan, BRI juga mencatat kinerja positif di sisi pendanaan. Pada triwulan pertama 2025, total pendanaan wholesale BRI tercatat sebesar Rp111,79 triliun, dengan 39,66% berasal dari instrumen berbasis ESG. Ini mencakup penerbitan Green Bond dalam tiga fase senilai Rp13,5 triliun, serta sustainability-linked loan sebesar USD 1 miliar, yang disebut-sebut sebagai peluncuran pertama di sektor keuangan Asia untuk mendukung pembiayaan mikro.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X