SketsaNusantara.id - Bank Woori Saudara memberikan penjelasan terkait dugaan fraud yang diumumkan oleh Woori Bank Korea.
Di mana WBK merupakan perusahaan induk dari BWS yang berada di Korea Selatan.
Dalam pernyataannya, pihak BWS menyebutkan bahwa permasalahan keuangan tersebut masih dalam proses pemeriksaan internal oleh perusahaan.
Baca Juga: BRI Peduli Berdayakan Peternak Domba di Garut, Wujudkan Kemandirian Ekonomi Desa Lewat Program TJSL
Sementara itu, pengumuman yang dilakukan oleh Woori Bank Saudara merupakan bagian dari upaya keterbukaan serta transparansi kepada publik.
Pengungkapan ini dilakukan terkait peristiwa tertentu dan mengikuti ketentuan yang berlaku.
Pihak Bank Woori Saudara mengungkapkan bahwa nilai yang diungkapkan oleh Woori Bank Korea adalah nilai dari total exposure.
Angka yang disampaikan mencerminkan total transaksi antara Bank Woori Saudara (BWS) dan nasabah yang berhubungan dengan insiden keuangan tersebut.
Sementara itu, nilai yang diungkapkan oleh pihak Woori Bank adalah 7,85 juta USD atau setara 1,277 triliun.
Nilai itu menurut Bank Woori Bersaudara bukan nilai kerugian pasti.
Untuk nilai kerugiannya sendiri pihak bank masih dalam proses pengkajian dan hasilnya belum bisa dipastikan hingga seluruh proses penyelidikan selesai.
“Nilai pasti dari jumlah kerugian masih dalam proses penelaahan dan belum dapat dipastikan hingga proses investigasi internal diselesaikan,” tulis Bank Woori Saudara dalam keterangannya seperti yang dikutip oleh SketsaNusantara.id pada 8 Juni 2025.
Artikel Terkait
Polemik Tambang Nikel Raja Ampat, Susi Pudjiastuti Heran dengan Pernyataan Bahlil Lahadalia soal ini
Sungguh Mengharukan! Juru Sembelih di Citayam Depok Meninggal Dunia, Berbarengan saat Menyembelih Sapi Kurbannya
Dilaporkan Adhel Setiawan, Dedi Mulyadi Langsung Berikan Jawaban terkait Polemik Hak Anak di Barak Militer
Gelar Rijalul Ansor, Ketua PAC Ansor di Jombang Ini Tegaskan Jangan Ada Anggota Banser Abal-abal
Kunjungi Apartemen Dr Zakir Naik di Malaysia, Richard Lee Ungkap Kekaguman dan Temukan Makna Kesederhanaan Seorang Dai Dunia
Kunjungi Pulau Gag, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Minta Masyarakat Menilai Secara Objektif dan Akan Lakukan Evaluasi Menyeluruh