Kamis, 4 Juni 2026

Bahlil Lahadalia diteriaki 'Bahlil Penipu' saat Menteri ESDM Tersebut Kunjungi Papua

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 7 Juni 2025 | 17:00 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Instagram/@bahlillahadalia)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Instagram/@bahlillahadalia)

SketsaNusantara.id - Meski pemerintah lewat Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sudah menyatakan bahwa seluruh tambang nikel di Raja Ampat sudah diberhentikan sementara namun perjuangan belum selesai.

Untuk itu Bahlil Lahadalia dicegat oleh para pendemo tambang Raja Ampat pada hari Sabtu, 7 Juni 2025, di Bandara DEO Sorong, Papua Barat Daya.

Para pendemo merupakan masa aktivis lingkungan serta meneriakkan yel-yel 'Bahlil Penipu' saat Bahlil memasuki terminal bandara.

Baca Juga: Susi Pudjiastuti Komentari Pernyataan Bahlil Lahadalia soal Tambang Nikel di Raja Ampat, Eks Menteri Kelautan: Sebaiknya...

Sebelumnya, Bahlil meminta perwakilan pendemo bertemu dengannya di kawasan bandara, namun situasi berubah ketika pendemo merangsek ke dalam terminal bandara.

Pendemo kecewa sebab Bahlil ternyata justru lewat pintu belakang bandara sehingga hal itu membuat kecewa para demonstran sebab hal itu dianggap sebagai bentuk penipuan pada rakyat.

"Bahli hari ini menipu rakyat Indonesia," ujar perwakilan pendemo dilansir dari SketsaNusantara.id dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.

Baca Juga: Christiano Tarigan Diduga Keponakan dari Menteri Berinisial B, Netizen Ramai Tebak-tebakan: Bahlil, Budi Arie, Budi Gunawan?

Para demonstran, yang tergabung dalam Koalisi 'Selamatkan Alam dan Manusia Papua', menuntut agar pemerintah mencabut izin usaha pertambangan (IUP) di Kabupaten Raja Ampat secara permanen. 

Mereka khawatir aktivitas tambang nikel akan merusak ekosistem Raja Ampat yang terkenal dengan keindahan alam bawah laut dan keanekaragaman hayatinya.

Meskipun Bahlil telah menyatakan akan menghentikan sementara operasional tambang nikel PT GAG Nikel (anak usaha Antam) di Raja Ampat, para pendemo menganggap langkah tersebut tidak cukup.

Baca Juga: Bahlil Kaget Ada Diskon Listrik 50 Persen, Menteri ESDM Mengaku Belum Ada Pembahasan

Sebab mereka menduga itu hanya "akal-akalan" untuk meredam protes dan menuntut pencabutan izin secara keseluruhan.

Para pendemo juga menyoroti bahwa Bahlil hanya menyebut satu perusahaan (PT Gag Nikel), padahal mereka mengklaim ada empat perusahaan besar lainnya yang beroperasi di Raja Ampat. 

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: YouTube KOMPASTV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X