Mereka juga merasa bahwa pemerintah pusat, termasuk Bahlil, belum sepenuhnya mendengar dan memahami dampak kerusakan lingkungan yang terjadi akibat tambang di wilayah adat mereka. Slogan "Papua bukan tanah kosong" menjadi salah satu ungkapan kemarahan mereka.
Massa membawa spanduk dan pamflet yang berisi penolakan terhadap pertambangan di wilayah Papua, khususnya di Raja Ampat, dan menuntut perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat serta kelestarian alam mereka.
Akibat pencegatan ini, Bahlil Lahadalia terpaksa harus dilarikan melalui pintu belakang bandara untuk menghindari kerumunan demonstran yang marah. Ia sendiri kemudian menyatakan akan langsung meninjau lokasi tambang di Pulau Gag untuk memastikan kondisi di lapangan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
5 Poin Klarifikasi UI Soal Pelanggaran Etik SKSG, Ini Alasan Kampus Minta Bahlil Tulis Ulang Disertasi Ketimbang Ambil Keputusan DO
Selisih Umur Bahlil Lahadalia dengan Tyo Nugros Berapa? Terungkap Usia Menteri ESDM dan Eks Drummer Dewa 19: Lebih Tua...
Viral Sikap Mayor Teddy Dianggap Terlalu Genit ke Bahlil Lahadalia, Kapal Baru untuk Buna?
Viral Bahlil Lahadalia Naik Jet Pribadi ke Solo Demi Kunjungi Jokowi: Rakyat Menderita Pejabat Tetap Foya-Foya
Siapa Pemilik Pesawat Jet Pribadi yang Ditumpangi Bahlil Lahadalia dan Keluarga Saat Temui Jokowi di Solo? Ternyata...